Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Mitos Epilepsi Menular Lewat Ludah Kembali Muncul, Ini Penjelasan Medisnya

Intan Safitri
22/1/2026 12:46
Mitos Epilepsi Menular Lewat Ludah Kembali Muncul, Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi(Freepik)

BARU-BARU ini isu bahwa epilepsi bisa menular lewat ludah kembali beredar di media sosial. Klaim ini memicu kekhawatiran, bahkan ada yang enggan memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kejang. Namun, pandangan medis global dan lembaga kesehatan internasional menyatakan jelas, epilepsi bukan penyakit menular.

Epilepsi bukan Infeksi, Tapi Gangguan Otak

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang terjadi karena aktivitas listrik abnormal di otak. Ini bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut epilepsi sebagai penyakit noncommunicable dan tidak mungkin menular seperti flu atau batuk. 

Dokter spesialis saraf di berbagai negara juga menegaskan poin yang sama. Mereka menjelaskan bahwa tidak ada mekanisme biologis yang memungkinkan epilepsi berpindah melalui kontak dengan ludah, sentuhan kulit, atau udara, karena epilepsi tidak dipicu oleh agen infeksius. 

Mitos Lama yang Terus Beredar

Miskonsepsi bahwa epilepsi bisa menular bukan hal baru. Studi lama dan laporan masyarakat di sejumlah negara menunjukkan bahwa kepercayaan ini masih ada di banyak komunitas, termasuk di antara orang yang memiliki pendidikan medis. Itu memperlihatkan bahwa stigma dan ketidaktahuan tentang kondisi ini luas dan bertahan lama. 

Menurut pakar kesehatan, mitos semacam ini bukan hanya salah secara ilmiah, tapi juga berbahaya karena bisa membuat orang ragu menolong pasien saat mengalami kejang, padahal bantuan yang cepat dan tepat bisa mencegah cedera serius.

Bagaimana Memberi Pertolongan yang Benar

Epilepsi sering disalahartikan karena gejalanya bisa terlihat dramatis. 

Saat seseorang kejang, yang perlu dilakukan adalah memastikan lingkungan aman, mengamankan jarak dari benda keras, dan memposisikan tubuh mereka agar risiko cedera menurun. Jangan masukkan benda apa pun ke mulut pasien dan jangan coba menahan tubuhnya.

Stigma Masih Jadi Tantangan

Walau bukti medis sudah jelas, stigma tetap menjadi masalah global. WHO dan banyak rumah sakit mendorong pendidikan masyarakat untuk meluruskan kesalahpahaman tentang epilepsi, termasuk menghilangkan anggapan bahwa kondisi ini bisa menular. 

Edukasi yang tepat penting untuk mengurangi diskriminasi dan membantu orang dengan epilepsi menjalani kehidupan normal.

Epilepsi tidak menular melalui ludah atau kontak langsung apa pun. Itu bukan infeksi yang bisa “ditangkap” dari orang lain. Ini adalah gangguan neurologis yang perlu dipahami secara benar oleh masyarakat. Pengetahuan yang benar akan membantu penyintas epilepsi mendapat dukungan, bukan dijauhi. (Z-1)

Sumber: World Health Organization, Mayo Clinic Health System



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya