Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU-BARU ini isu bahwa epilepsi bisa menular lewat ludah kembali beredar di media sosial. Klaim ini memicu kekhawatiran, bahkan ada yang enggan memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kejang. Namun, pandangan medis global dan lembaga kesehatan internasional menyatakan jelas, epilepsi bukan penyakit menular.
Epilepsi adalah kondisi neurologis yang terjadi karena aktivitas listrik abnormal di otak. Ini bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut epilepsi sebagai penyakit noncommunicable dan tidak mungkin menular seperti flu atau batuk.
Dokter spesialis saraf di berbagai negara juga menegaskan poin yang sama. Mereka menjelaskan bahwa tidak ada mekanisme biologis yang memungkinkan epilepsi berpindah melalui kontak dengan ludah, sentuhan kulit, atau udara, karena epilepsi tidak dipicu oleh agen infeksius.
Miskonsepsi bahwa epilepsi bisa menular bukan hal baru. Studi lama dan laporan masyarakat di sejumlah negara menunjukkan bahwa kepercayaan ini masih ada di banyak komunitas, termasuk di antara orang yang memiliki pendidikan medis. Itu memperlihatkan bahwa stigma dan ketidaktahuan tentang kondisi ini luas dan bertahan lama.
Menurut pakar kesehatan, mitos semacam ini bukan hanya salah secara ilmiah, tapi juga berbahaya karena bisa membuat orang ragu menolong pasien saat mengalami kejang, padahal bantuan yang cepat dan tepat bisa mencegah cedera serius.
Epilepsi sering disalahartikan karena gejalanya bisa terlihat dramatis.
Saat seseorang kejang, yang perlu dilakukan adalah memastikan lingkungan aman, mengamankan jarak dari benda keras, dan memposisikan tubuh mereka agar risiko cedera menurun. Jangan masukkan benda apa pun ke mulut pasien dan jangan coba menahan tubuhnya.
Walau bukti medis sudah jelas, stigma tetap menjadi masalah global. WHO dan banyak rumah sakit mendorong pendidikan masyarakat untuk meluruskan kesalahpahaman tentang epilepsi, termasuk menghilangkan anggapan bahwa kondisi ini bisa menular.
Edukasi yang tepat penting untuk mengurangi diskriminasi dan membantu orang dengan epilepsi menjalani kehidupan normal.
Epilepsi tidak menular melalui ludah atau kontak langsung apa pun. Itu bukan infeksi yang bisa “ditangkap” dari orang lain. Ini adalah gangguan neurologis yang perlu dipahami secara benar oleh masyarakat. Pengetahuan yang benar akan membantu penyintas epilepsi mendapat dukungan, bukan dijauhi. (Z-1)
Sumber: World Health Organization, Mayo Clinic Health System
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Cacar monyet atau mpox dapat menular antarmanusia melalui droplet atau percikan ludah jarak dekat kurang dari dua meter atau kontak mulut langsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved