Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi menjelaskan peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) sama seperti peningkatan kasus pada 2022 lalu.
Oleh karena itu untuk menurunkan kasus dan angka kematian pemerintah pusat dan daerah memastikan pemenuhan tempat tidur, laporan mingguan, hingga promosi di setiap rumah tangga dilakukan.
"Kami sudah membuat surat edaran ke semua dinas kesehatan tentang kewaspadaan DBD. Feed back laporan selalu kita berikan tiap bulan. Kemudian kita juga memenuhi ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan obat untuk DBD kami pantau sebelum lebaran masih aman," kata Imran saat dihubungi, Selasa (16/4).
Baca juga : Kasus Kematian Akibat DBD Terus Melonjak Dibandingkan Tahun Lalu
Selain itu ia juga menyebut peningkatan kasus DBD selalu sama setiap awal tahun karena masa pancaroba.
"Memang biasanya di awal tahun meningkat. Kondisi awal tahun memang selalu cenderung terjadi peningkatan kasus untuk 2024 ini sama dengan jumlah kematian 2022 Meski begitu belum ada laporan yg masuk kami tentang kekurangan/ kedaruratan DBD di daerah" ujar dia.
Diketahui total kasus DBD pada 2022 mencapai 143 ribu kasus dengan total kematian mencapai 1.236 kasus. Sementara itu, secara kumulatif pada 2023 terdapat 114.720 kasus dengan 894 kematian.
Pada Minggu ke 15 tahun 2024 dilaporkan ada 62.001 kasus DBD dengan 475 kematian dari 454 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi. Sementara kematian akibat dengue terjadi di 151 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi. (Iam)
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved