Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TYRANNOSAURUS rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan. Namun, penemuan fosil terbaru justru mengungkap fakta mengejutkan: tidak semua serangan T-Rex berujung pada kematian mangsanya.
Melansir laporan National Geographic, para paleontolog menemukan bukti bahwa beberapa dinosaurus herbivora mampu lolos, bertahan hidup, bahkan sembuh setelah mengalami serangan langsung dari sang raja dinosaurus.
Bukti paling kuat berasal dari fosil Edmontosaurus, dinosaurus herbivora berparuh bebek. Pada bagian ekornya ditemukan bekas gigitan besar yang cocok dengan pola gigi T-Rex.
Menariknya, laporan National Geographic Indonesia menunjukkan adanya pertumbuhan tulang baru di area luka tersebut. Hal ini menandakan bahwa Edmontosaurus tidak langsung tewas saat diserang, melainkan berhasil melarikan diri dan hidup cukup lama hingga lukanya mengeras dan sembuh secara alami.
Temuan ini memberikan perspektif baru bahwa T-Rex tidak selalu sukses dalam berburu. Kecepatan lari mangsa, ukuran tubuh besar, serta struktur ekor dan tulang menjadi faktor penting yang menentukan kelangsungan hidup di akhir Zaman Kapur.
Berdasarkan data dari American Museum of Natural History (AMNH), kekuatan utama T-Rex memang terletak pada rahangnya yang mampu menghancurkan tulang. Namun, aspek lain yang sering diperdebatkan adalah lengan kecilnya yang memiliki dua cakar fungsional.
Penelitian tentang struktur sisa yang kerap disebut sebagai “cakar ketiga” menunjukkan bahwa meski lengannya pendek, otot T-Rex sangat kuat untuk mencengkeram mangsa dari jarak dekat.
Meski begitu, jangkauan lengan yang terbatas justru menjadi celah. Dinosaurus herbivora berukuran besar atau berekor kuat kerap mampu melepaskan diri dari serangan awal.
Spesies seperti Triceratops dan Ankylosaurus memiliki perlindungan alami yang luar biasa. Tanduk tajam dan gada ekor keras berfungsi sebagai senjata balasan yang dapat melukai titik vital T-Rex.
Serangan balik semacam ini diyakini cukup membuat T-Rex melepaskan cengkeramannya atau bahkan mengurungkan niat berburu.
Para paleontolog menegaskan bahwa tingkat keberhasilan berburu predator besar di alam tidak pernah mencapai 100 persen. Meski T-Rex memiliki penglihatan binokular tajam dan indra penciuman luar biasa, kegagalan tetap mungkin terjadi.
Faktor seperti medan berburu, stamina mangsa, hingga kesalahan perhitungan saat menerjang sering menjadi alasan mengapa dinosaurus herbivora bisa lolos dari maut. (National Geographic Indonesia/American Museum of Natural History (AMNH)/Z-10)
Harimau dan singa sama-sama predator puncak. Siapa yang lebih kuat? Simak perbandingan kekuatan, strategi berburu, hingga hasil uji sains BBC Earth.
Bagi Maxwell dan rekan-rekannya, cedera pada fosil ini memberi gambaran langka tentang betapa kerasnya dunia bawah laut kala itu.
Acer Indonesia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp250 juta untuk rangkaian turnamen di tingkat nasional (Indonesian Series) dalam ajang Asia Pacific Predator League 2026.
Ceratosaurus bukan dinosaurus biasa. Makhluk itu berbeda dari theropoda karnivora lain pada masanya. Panjang tubuhnya diperkirakan antara 4-6 meter dengan tubuh ramping
Jejak kaki dinosaurus Acrocanthosaurus berusia 110 juta tahun terungkap usai banjir dasyat yang melanda Texas, awal Juli lalu.
Dinosaurus jenis Chilesaurus diegosuarezi mematahkan stigma tradisional bahwa dinosaurus yang tampak seperti predator pastilah pemakan daging.
Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin.
Studi terbaru mengungkap bayi sauropoda yang tak berdaya adalah sumber energi utama bagi predator seperti Allosaurus.
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Tanah tersebut dibiarkan begitu saja selama sekitar satu abad, dan kemudian muncullah pembangunan tempat parkir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved