Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR mengenai pesawat yang hilang kontak selalu menjadi momen yang menegangkan bagi otoritas penerbangan maupun masyarakat umum. Dalam hitungan detik, sebuah objek yang membawa puluhan nyawa bisa menghilang dari pantauan layar radar petugas pengatur lalu lintas udara (ATC). Namun, di balik kepanikan tersebut, dunia penerbangan memiliki protokol yang sangat ketat untuk mengidentifikasi mengapa hal itu bisa terjadi dan apa langkah selanjutnya.
Istilah hilang kontak atau lost contact tidak selalu merujuk pada kecelakaan fatal. Ada berbagai spektrum penyebab, mulai dari gangguan frekuensi radio yang sederhana hingga kegagalan sistem kelistrikan yang kompleks. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk memberikan literasi keselamatan bagi publik.
Secara teknis, hilangnya komunikasi antara kokpit dan darat dapat dikategorikan ke dalam beberapa faktor utama yang sering menjadi temuan dalam investigasi penerbangan:
Pesawat modern sangat bergantung pada sistem kelistrikan untuk menjalankan perangkat komunikasi dan navigasi. Jika terjadi kegagalan pada generator mesin atau sistem distribusi listrik (bus bar), perangkat penting seperti radio VHF/HF dan transponder bisa mati seketika. Tanpa transponder, pesawat tidak akan mengirimkan data ketinggian dan identitas ke radar sekunder ATC.
Cuaca buruk seperti badai petir (thunderstorm) dapat menghasilkan interferensi elektromagnetik yang mengganggu gelombang radio. Selain itu, awan kumulonimbus yang pekat sering kali memaksa pilot melakukan manuver ekstrem untuk menghindar, yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan pesawat masuk ke wilayah "blank spot" atau area yang tidak terjangkau sinyal radar karena terhalang oleh topografi bumi.
Beban kerja yang tinggi di dalam kokpit, terutama saat fase krusial seperti lepas landas atau mendarat (critical phases of flight), dapat membuat pilot tidak sengaja melewatkan panggilan dari ATC. Selain itu, kesalahan dalam memasukkan frekuensi radio atau secara tidak sengaja mematikan transponder juga pernah tercatat dalam sejarah penerbangan dunia.
Salah satu contoh nyata yang menggambarkan kompleksitas situasi hilang kontak adalah insiden yang melibatkan pesawat jenis ATR 42-500 (sering dikaitkan dengan seri 400/500) milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT pada Januari 2026.
Pesawat yang melayani rute Yogyakarta (JOG) menuju Makassar (UPG) ini dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data awal, pesawat sedang dalam proses pendekatan (approach) ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Saat itu, petugas ATC memberikan instruksi untuk koreksi posisi karena pesawat terdeteksi keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya.
Setelah instruksi terakhir diberikan, komunikasi suara terputus dan simbol pesawat menghilang dari layar radar. Dalam kasus seperti ini, penyelidik biasanya akan melihat beberapa kemungkinan:
Ketika sebuah pesawat berhenti merespons, ATC tidak langsung menyimpulkan terjadinya kecelakaan. Mereka mengikuti standar ICAO (International Civil Aviation Organization) dengan mengaktifkan tiga fase darurat:
Hilang kontak adalah situasi darurat yang sangat kompleks. Kasus seperti yang dialami armada ATR Indonesia Air Transport menunjukkan bahwa fase pendekatan mendarat adalah masa yang sangat krusial. Teknologi seperti ADS-B dan peningkatan sistem radar terus dikembangkan untuk meminimalkan risiko ini, namun faktor alam dan teknis tetap menjadi tantangan utama dalam keselamatan penerbangan global.
(Cah/P-3)
Kita semua prihatin atas tragedi ini dan doa terbaik kita untuk keluarga korban.
akses pendakian ke Gunung Bulusaraung ditutup menyusul berakhirnya operasi SAR kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport, ATR 42-500.
Sosok Capt Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang gugur dalam kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikenang rekan-rekannya sebagai figur senior.
Sebanyak tiga jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros diserahterimakan dari keluarga ke negara untuk dimakamkan secara kedinasan.
Kapolda Sulsel menyatakan tim gabungan telah menyelesaikan proses identifikasi terhadap 10 orang korban, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, akan mengevaluasi kelanjutan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500
Manajemen Indonesia Air Transport mengakui pesawat ATR 42-500 sempat mengalami masalah mesin sehari sebelum jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Memahami apa yang terjadi saat sebuah pesawat tidak lagi merespons panggilan menara pengawas sangat penting untuk membangun literasi keselamatan transportasi yang objektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved