Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Memahami Fenomena Hilang Kontak Pesawat: Pengertian, Penyebab, dan Prosedur Darurat

Cahya Mulyana
17/1/2026 17:00
Memahami Fenomena Hilang Kontak Pesawat: Pengertian, Penyebab, dan Prosedur Darurat
ilustrasi kokpit pesawat.(dok.MI)

ISTILAH "hilang kontak" yang kali ini dialami pesawat ATR 400 milik Air Transport sering kali memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat saat mendengar berita penerbangan. Namun, dalam dunia aviasi, hilang kontak atau lost contact memiliki terminologi teknis yang sangat spesifik dan tidak selalu berarti sebuah kecelakaan telah terjadi. Memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik ruang kendali udara sangat penting untuk mendapatkan perspektif yang jernih mengenai keselamatan penerbangan.

Apa yang Dimaksud dengan Hilang Kontak Pesawat?

Secara sederhana, hilang kontak seperti terjadi pada ATR 400 milik Air Transport, adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus. Komunikasi ini biasanya dilakukan melalui frekuensi radio VHF (Very High Frequency) untuk jarak pendek atau HF (High Frequency) untuk lintasan samudra.

Kondisi ini menjadi kritis karena ATC berfungsi sebagai "mata" bagi pilot untuk mengetahui posisi pesawat lain, kondisi cuaca di depan, serta instruksi ketinggian yang aman. Ketika suara pilot tidak lagi terdengar dan instruksi ATC tidak dijawab, maka pesawat secara resmi dinyatakan dalam status hilang kontak.

Perbedaan Hilang Kontak Radio dan Hilang Radar

Publik sering mencampuradukkan antara hilang kontak radio dengan hilang dari radar. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda:

  • Hilang Kontak (Radio Failure): Pilot tidak bisa berbicara dengan ATC, namun posisi pesawat masih terlihat jelas di layar radar petugas melalui transponder.
  • Hilang Radar (Radar Contact Lost): Pesawat tidak lagi terdeteksi oleh sistem radar. Ini jauh lebih serius karena artinya transponder pesawat berhenti mengirimkan data posisi, ketinggian, dan kecepatan, atau pesawat telah berada di bawah jangkauan minimum radar (misalnya jatuh atau terbang terlalu rendah).

Mengapa Pesawat Bisa Kehilangan Kontak?

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan terputusnya komunikasi dalam penerbangan:

1. Gangguan Teknis pada Sistem Radio

Kerusakan pada sirkuit listrik, antena yang patah, atau kegagalan sistem avionik dapat membuat radio tidak berfungsi. Dalam kasus yang jarang terjadi, kegagalan total sistem kelistrikan pesawat bisa mematikan semua alat komunikasi sekaligus.

2. Faktor Geografis dan Cuaca

Saat pesawat terbang di daerah terpencil atau melintasi pegunungan tinggi, sinyal radio bisa terhalang oleh topografi bumi (blank spot). Cuaca ekstrem seperti badai petir yang hebat juga dapat mengganggu transmisi gelombang radio.

3. Kesalahan Manusia (Human Error)

Pilot mungkin salah memasukkan frekuensi radio atau secara tidak sengaja mematikan volume radio. Selain itu, beban kerja yang terlalu tinggi di kokpit (high workload) dalam situasi darurat terkadang membuat komunikasi menjadi prioritas kedua setelah upaya mengendalikan pesawat.

Protokol Pilot: Menggunakan Kode Squawk 7600

Dunia penerbangan telah mengantisipasi kondisi hilang kontak dengan prosedur standar. Jika radio rusak namun sistem kelistrikan masih berfungsi, pilot akan mengubah kode transponder mereka menjadi 7600.

Ketika kode 7600 muncul di layar radar ATC, petugas akan langsung tahu bahwa pesawat tersebut mengalami masalah komunikasi (Radio Failure). Dalam kondisi ini, pilot akan tetap terbang sesuai rencana penerbangan yang terakhir disetujui dan mendarat di bandara tujuan dengan memperhatikan sinyal lampu dari menara pengawas jika sudah dekat.

Tahapan Darurat Otoritas Penerbangan

Saat sebuah pesawat tidak merespons panggilan radio dalam waktu tertentu, ATC akan mengaktifkan tiga fase darurat sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization):

  1. INCERFA (Uncertainty Phase): Fase ketidakpastian. Dilakukan saat komunikasi hilang lebih dari 30 menit atau pesawat tidak tiba tepat waktu. Otoritas mulai mengumpulkan informasi.
  2. ALERFA (Alert Phase): Fase siaga. Diaktifkan jika upaya komunikasi tetap gagal dan muncul kekhawatiran terhadap keselamatan pesawat. Semua unit penyelamat mulai bersiaga.
  3. DETRESFA (Distress Phase): Fase bahaya. Tahap ini diambil jika ada indikasi kuat pesawat mengalami kecelakaan atau kehabisan bahan bakar. Operasi Search and Rescue (SAR) secara resmi diluncurkan.

Teknologi Pelacakan Modern

Kini, risiko hilang kontak terus diminimalisir dengan teknologi ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast). Berbeda dengan radar konvensional, ADS-B menggunakan satelit GPS untuk mengirimkan posisi pesawat secara real-time ke stasiun di bumi dan pesawat lain di sekitarnya. Hal ini memungkinkan pelacakan yang jauh lebih akurat bahkan di wilayah samudra yang tidak terjangkau radar biasa.

Kesimpulan

Hilang kontak adalah situasi serius dalam penerbangan yang menuntut respons cepat dan terukur. Meskipun sering dikaitkan dengan tragedi, protokol keamanan penerbangan modern telah dirancang sedemikian rupa untuk menangani kegagalan komunikasi tanpa harus berakhir dengan kecelakaan, selama integritas struktur pesawat dan sistem navigasi lainnya tetap terjaga.

Checklist: Apa yang Perlu Diketahui Saat Ada Berita Hilang Kontak?

  • Cek apakah statusnya hanya hilang kontak radio atau juga hilang dari radar.
  • Perhatikan apakah pesawat sudah memasuki fase DETRESFA atau masih INCERFA.
  • Pahami bahwa "hilang kontak" tidak selalu berarti "kecelakaan".
  • Tunggu pernyataan resmi dari otoritas terkait seperti Basarnas atau KNKT.
  • (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya