Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Semua Korban Jatuhnya ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga

Lina Herlina
24/1/2026 16:46
Semua Korban Jatuhnya ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi dan Diserahkan ke Keluarga
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DALAM kerja forensik yang intensif, gabungan tim Disaster Victim Identification (DVI) akhirnya berhasil mengidentifikasi kesepuluh korban tewas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusarawang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Proses identifikasi ilmiah yang melibatkan sidik jari, odontologi, dan ciri medis berhasil mencocokkan seluruh jenazah dengan nama-nama dalam manifest penerbangan, memberikan kepastian bagi keluarga yang berduka.

Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Makassar, Sabtu (24/1), menyatakan tim gabungan telah menyelesaikan proses identifikasi terhadap 10 orang korban, yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.

“Dari 11 kantong jenazah yang diterima, 10 pack berhasil teridentifikasi penuh. Satu pack lagi yang berisi tulang telah terbukti merupakan bagian dari salah satu korban yang telah teridentifikasi. Semua hasil identifikasi identik dengan nama-nama dalam manifest,” ujar Kapolda Djuhandhani.

Proses identifikasi yang krusial ini dilaksanakan oleh Tim DVI gabungan yang melibatkan unsur Polri (Pusdokkes Polri dan Polda Sulsel), Basarnas, TNI AU, serta Departemen Forensik dan Mediko-Legal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes M. Haris, memaparkan secara rinci hasil identifikasi ketujuh jenazah pertama yang diterima. Identifikasi dilakukan melalui kombinasi metode ilmiah, sidik jari, pemeriksaan gigi (odontologi), properti, dan ciri-ciri medis unik pada tubuh korban.

Sebelumnya, sudah ada tiga korban yang telah diserahkan terlebih dahulu pada keluarga, yaitu Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, lalu Deden Maulana pegawai KKP, dan Esther Aprilita B Sianipar.

Kali ini, tujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi bersamaan dan juga diserahkan ke keluarga yaitu Yoga Noval Prakoso pegawai KKP (Jakarta Timur), Hariadi kru pesawat(Jawa Tengah), Muhammad Farhan Gunawan co-pilot (Luwu Timur, Sulsel) Feri Gunawan, pegawai KKP (Bekasi, Jawa Barat), Dwi Murdiono, kru pesawat (Bogor, Jawa Barat), Restu Adi Pribadi, kru pesawat (Jakarta Timur) dan Andi Dahananto, kapten/pilot (Tangerang, Banten).

Kapusiden Pusdokkes Polri, Brigjen Mashudi, menekankan validitas metode sidik jari yang digunakan. “Alhamdulillah, pada beberapa jenazah, papil sidik jari masih dapat terbaca. Dalam identifikasi manual, minimal kami menemukan 12 titik kesamaan untuk menyatakan suatu sidik jari identik,” jelasnya. 

Sementara itu, Karo Laboratorium Dokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan peran tim forensik dan odontologi. 

Meski beberapa jenazah tidak memungkinkan identifikasi melalui gigi, tim berhasil menggunakan ciri-ciri medis lain seperti tanda lahir, tahi lalat, bekas operasi (misalnya pemasangan ring jantung), hingga postur tubuh, yang dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga.

Dengan identitas korban yang sudah pasti, proses penyerahan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai agama dan kepercayaannya dapat segera dilaksanakan.

“Kami meyakini dengan keilmuan dan metode saintifik yang kami miliki, semua korban telah teridentifikasi. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat dan kepastian bagi keluarga yang telah menunggu lama,” tutup Kapolda Djuhandhani.

Sebelumnya, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk patroli udara di atas laut Indonesia, jatuh di kawasan Gunung Bulusarawang, Kabupaten Pangkep, Sulsel Sabtu (17/1).

Oprasi gabungan pun ditutup setelah tujuh hari dilakukan pencarian dan evakuasi, serta identifikasi yang yang akhirnya kelar, Sabtu (24/1). (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya