Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BMKG deteksi Siklon Tropis Nokaen Picu Hujan dan Gelombang Laut Tinggi, Masyarakat Pesisir Diminta Waspada

Media Indonesia
16/1/2026 18:31
BMKG deteksi Siklon Tropis Nokaen Picu Hujan dan Gelombang Laut Tinggi, Masyarakat Pesisir Diminta Waspada
Gelombang tinggi di perairan Maluku(Antara Foto)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan. Selain itu, ada Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah perairan Indonesia.

"Siklon Tropis Nokaen tercatat tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB," ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani di Jakarta, dikutip Jumat (16/1).

Satu siklon tropis dan satu bibit siklon tropis tersebut, kata dia,  ada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Keduanya berdampak pada cuaca dan tinggi gelombang laut di wilayah Indonesia.

BMKG memprakirakan Siklon Tropis Nokaen dapat berkembang serta mengalami pergerakan menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Meskipun menjauhi Indonesia, Andri mengatakan ada dampak tak langsung yang ditimbulkan dari siklon tropis ini yakni turunnya hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

Lalu, ada gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, perairan Bitung dan Sangihe, Manokwari bagian utara, Raja Ampat bagian utara, Biak bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.

Ia menambahkan gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.

Adapun Bibit Siklon Tropis 96S  memiliki peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis. Berdasarkan prakiraaan BMKG bibit siklon tropis ini bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. 
Sedangkan dampak tak langsung yakni berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu Selain itu, Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di pesisir diminta waspada dengan peringatan yang telah dikeluarkan BMKG. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik