Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan. Selain itu, ada Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah perairan Indonesia.
"Siklon Tropis Nokaen tercatat tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB," ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani di Jakarta, dikutip Jumat (16/1).
Satu siklon tropis dan satu bibit siklon tropis tersebut, kata dia, ada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Keduanya berdampak pada cuaca dan tinggi gelombang laut di wilayah Indonesia.
BMKG memprakirakan Siklon Tropis Nokaen dapat berkembang serta mengalami pergerakan menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Meskipun menjauhi Indonesia, Andri mengatakan ada dampak tak langsung yang ditimbulkan dari siklon tropis ini yakni turunnya hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.
Lalu, ada gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, perairan Bitung dan Sangihe, Manokwari bagian utara, Raja Ampat bagian utara, Biak bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Ia menambahkan gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Adapun Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis. Berdasarkan prakiraaan BMKG bibit siklon tropis ini bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Sedangkan dampak tak langsung yakni berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu Selain itu, Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di pesisir diminta waspada dengan peringatan yang telah dikeluarkan BMKG. (Ant/H-4)
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved