Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM peneliti dari Tufts University berhasil menemukan metode baru yang lebih efisien untuk memproduksi Tagatose, sejenis gula langka yang memiliki kalori 60% lebih rendah dibandingkan gula pasir biasa. Dengan memanfaatkan bakteri yang direkayasa secara genetik, penemuan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan memperluas pilihan pangan sehat bagi masyarakat.
Penelitian ini dipimpin Profesor Nikhil U Nair. Di laboratoriumnya, para peneliti membangun mikroba khusus yang mampu mengubah glukosa menjadi gula langka yang berperilaku sangat mirip dengan gula pasir saat dimasak.
Selama ini, penggunaan Tagatose terbatas pada produk tertentu karena harganya yang sangat mahal. Di alam, Tagatose hanya ditemukan dalam jumlah sangat kecil. Produsen biasanya memproduksinya melalui proses yang tidak efisien menggunakan galaktosa yang berasal dari laktosa.
“Sudah ada proses mapan untuk memproduksi tagatose, tetapi proses tersebut tidak efisien dan mahal,” ujar Profesor Nair. Masalah utamanya adalah sel biasanya membakar glukosa untuk energi sebelum sempat mengubahnya menjadi gula khusus.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti memodifikasi strain bakteri Escherichia coli. Mereka memblokir jalur utama sel dalam membakar energi (glikolisis) dan mengalihkan karbon ke jalur produksi gula langka.
Inovasi kunci dalam penelitian ini adalah penggunaan enzim dari spesies jamur lendir, Dictyostelium discoideum. Enzim ini berfungsi sebagai "kunci" yang memungkinkan bakteri membebaskan galaktosa dari glukosa tanpa gangguan.
“Inovasi utama dalam biosintesis tagatose adalah menemukan enzim Gal1P dari jamur lendir dan menyambungkannya ke dalam bakteri produksi kami,” jelas Nair. Melalui simulasi komputer, tim memastikan enzim ini hanya fokus pada targetnya tanpa terpengaruh oleh glukosa di sekitarnya.
Berbeda dengan pemanis buatan lainnya yang seringkali gagal dalam hal tekstur dan rasa, Tagatose memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan sukrosa (gula meja).
Meski saat ini eksperimen masih dalam tahap pembuktian konsep (proof of principle), hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Physical Science ini menunjukkan potensi hasil produksi hingga 94,9% secara teoretis. Langkah selanjutnya bagi tim peneliti adalah meningkatkan skala produksi, menyempurnakan proses pemurnian, dan menguji performa Tagatose dalam resep makanan nyata serta diet jangka panjang. (Earth/Z-2)
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam BMJ Oncology mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait konsumsi minuman berpemanis buatan.
Pemanis buatan tidak diperbolehkan untuk digunakan pada produk pangan yang diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, serta ibu hamil dan menyusui.
Studi terbaru menunjukkan konsumsi minuman yang mengandung erythritol, dapat lebih dari dua kali lipat meningkatkan risiko pembekuan darah pada orang sehat.
Melansir dari situs resmi Universitas Airlangga (UNAIR), satu kaleng minuman bersoda rata-rata mengandung 15-18 sendok teh gula dan lebih dari 240 kalori
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved