Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kemenhaj Bangun Paradigma Baru Pelayanan Haji yang Berorientasi Jemaah

Akmal Fauzi
15/1/2026 09:07
Kemenhaj Bangun Paradigma Baru Pelayanan Haji yang Berorientasi Jemaah
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo (kanan), memantau aktivitas pagi Diklat hari ke-5 calon Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/1).(MI/Akmal Fauzi)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah terus melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan mengubah paradigma pelayanan kepada jemaah. Perubahan tersebut menekankan pentingnya kehadiran layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah, bukan sekadar penyelesaian tugas administratif.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan. 

Penegasan itu disampaikannya saat memantau aktivitas pagi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) hari ke-6 calon Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/1).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah tengah membangun paradigma baru dalam pelayanan haji.

"Itu paradigma yang sedang kita bangun. Bagaimana kita merubah layanan haji sekedar send services menjadi deliver services. Kita bukan sekedar  selesai melaksanakan tugas tetapi memastikan apa yang kita selesaikan betul-betul diterima sebaik-baiknya dan jemaah mendapat kepuasan tertinggi," kata Puji. 

Menurut Puji, tugas petugas haji tidak berhenti pada selesainya pekerjaan, tetapi harus memastikan bahwa layanan tersebut memberikan manfaat dan nilai bagi jemaah.

"Kita bukan hanya pada level selesai tapi bagaimana memastikan apa yang kita berikan itu memang memberikan nilai kepada jemaah yang kita layani," ujarnya.

Menurutnya, kualitas penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh kehadiran petugas yang responsif, empatik, dan profesional. Setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, harus dirasakan langsung manfaatnya di lapangan.

Puji juga mengapresiasi semangat para peserta diklat yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh.

"Insya Allah kita betul-betul bisa menyelenggarakan diklat ini sebaik-baiknya, menyiapkan mereka yang akan bertugas mengawal tamu-tamu Allah dengan sebaik-baiknya dan nanti insya Allaj jemaah haji akan mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya. 

Kegiatan Diklat yang berlangsung 10-30 Januari 2026 menjadi bagian penting dalam mempersiapkan petugas haji yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada layanan. 

Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh PPIH memiliki pemahaman yang sama bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji diukur dari kepuasan dan perlindungan jemaah haji. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya