Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, Yayasan Generasi Emas Empat Lima bersama GiziNow selaku pihak yang mendampingi operasional dapur turut buka suara guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi langsung di lapangan, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta. Proses distribusi makanan bargizi gratis (MGB) dari dapur SPPG Karyasari Sukaresmi dilakukan menggunakan ompreng, bukan kantong plastik. Penggunaan ompreng merupakan bagian dari komitmen dapur dalam menjaga higienitas, keamanan pangan, dan mutu makanan sesuai standar operasional yang berlaku.
KA SPPG Karyasari Sukaresmi, Dimas, menegaskan bahwa SPPG Karyasari Sukaresmi tidak pernah mendistribusikan makanan menggunakan kantong plastik.
“Seluruh ompreng yang digunakan telah melalui proses pembersihan dan sanitasi dengan peralatan serta prosedur sesuai standar kebersihan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan keamanan pangan,” kata Dimas dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (12/1).
Adapun kejadian yang terekam dalam video dan kemudian beredar di media sosial menunjukkan pemindahan makanan ke kantong plastik oleh kader setempat setelah makanan tiba di lokasi penerima manfaat.
Tindakan tersebut terjadi di luar proses distribusi dapur serta di luar kewenangan pengelola dapur SPPG. Namun demikian, dalam unggahan yang beredar, kondisi tersebut ditampilkan seolah-olah dapur SPPG mendistribusikan makanan menggunakan plastik, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Sebagai Yayasan pendamping bersama mitra operasional, Yayasan Generasi Emas Empat Lima dan GiziNow memastikan bahwa standar higienitas serta prosedur pemorsian dan distribusi makanan di dapur SPPG Karyasari Sukaresmi terus dijalankan secara konsisten dan terpantau. Selain itu, SPPG Karyasari juga telah menerapkan Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam seluruh proses produksi makanan.
“SPPG Karyasari berkomitmen menjalankan proses produksi dan distribusi makanan sesuai SOP, termasuk penerapan prinsip SLHS sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kebersihan, dan mutu pangan bagi penerima manfaat,” ujar Denny Martin, Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima.
Ke depan, Yayasan Generasi Emas Empat Lima dan GiziNow juga akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan guna mencegah terjadinya kesalahpahaman serupa. (Fal)
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 47 SPPG hingga hari ke-9 Ramadan 2026. Temuan: roti berjamur hingga telur busuk di menu Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) tegaskan informasi pembukaan PPPK Tahap 3 adalah hoaks. Simak klarifikasi resmi dan cara cek pendaftaran asli di sini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved