Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Luas Karhutla 2025 Turun 5 Persen, Kemenhut Klaim Pengendalian Makin Efektif

Atalya Puspa    
09/1/2026 20:49
Luas Karhutla 2025 Turun 5 Persen, Kemenhut Klaim Pengendalian Makin Efektif
Ilustrasi(Dok Kementerian Kehutanan)

KEMENTERIAN Kehutanan mencatat penurunan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Total luas karhutla tahun 2025 tercatat sebesar 359.619 hektare, atau turun sekitar 17 ribu hektare atau 5% dibandingkan 2024 yang mencapai 376.806 hektare.

Pemerintah menilai penurunan ini mencerminkan efektivitas penguatan pengendalian karhutla, terutama melalui pendekatan pencegahan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri mengatakan, penghitungan luas karhutla merupakan bagian dari manajemen terpadu pengendalian karhutla yang mencakup pencegahan, pemadaman, serta penanganan pascakebakaran. Kementerian Kehutanan, kata dia, menjalankan mandat sebagai wali data Informasi Geospasial Tematik bidang karhutla.

“Data hasil perhitungan luas ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan strategi mitigasi bencana hidrometeorologi kering atau bencana karhutla di Indonesia. Data ini juga menjadi dasar dalam penanganan pasca karhutla, termasuk untuk penertiban dan penegakan hukum,” ujar Thomas, Jumat (9/1). 

Ia menambahkan, penurunan luas karhutla tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan penguatan komitmen para pihak. Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penanggulangan Kebakaran Hutan Israr Albar mengungkapkan, penurunan luas karhutla tahun 2025 menjadi signifikan jika dibandingkan dengan kondisi 2023, ketika lahan terbakar mencapai sekitar 1,1 juta hektare. Dibandingkan tahun tersebut, terjadi penurunan sekitar 801.573 hektare atau sekitar 69 persen.

“Pada semester pertama 2025, kejadian kebakaran relatif rendah. Namun, pada semester kedua hingga sekitar Oktober–November terjadi peningkatan areal terbakar,” kata Israr.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, provinsi dengan luas karhutla tertinggi sepanjang 2025 adalah Nusa Tenggara Timur dengan 118.409 hektare, disusul Sumatera Utara 38.175 hektare, dan Nusa Tenggara Barat 27.834 hektare. Dari sisi tutupan lahan, sekitar 91 persen atau 328.166 hektare merupakan nonhutan, sedangkan kawasan hutan hanya 9 persen atau 31.452 hektare.

Adapun berdasarkan jenis tanah, kebakaran di lahan gambut tercatat seluas 29.500 hektare atau 8 persen, sementara lahan mineral mencapai 330.119 hektare atau 92 persen.

Menghadapi tahun 2026 yang diperkirakan lebih hangat serta potensi El Nino pada 2027, Israr menegaskan pentingnya memperkuat upaya pengendalian karhutla, terutama pada aspek pencegahan. “Upaya pencegahan harus terus diperkuat untuk menekan risiko kebakaran di masa mendatang,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik