Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

FKUI: Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang Berangsur Pulih setelah Bencana Banjir

Ficky Ramadhan
31/12/2025 14:24
FKUI: Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang Berangsur Pulih setelah Bencana Banjir
Petugas melayani pasien di RSUD Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (10/12/2025). RSUD Aceh Tamiang yang sebelumnya sempat lumpuh total akibat terdampak banjir bandang(ANTARA FOTO/Erlangga Bregas)

FAKULTAS Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Ikatan Alumni FK UI (ILUNI FK UI) melaporkan bahwa akses layanan kesehatan di  sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh, berangsur pulih, khususnya di Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan beberapa kabupaten lainnya. Pelayanan kesehatan sempat lumpuh total selama hampir empat pekan. Kini telah dilakukan revitalisasi rumah sakit rujukan.

Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat & Bantuan Kebencanaan ILUNI FK UI, dr. Yogi Prabowo menjelaskan bahwa empat minggu lalu masyarakat hampir tidak dapat mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan kebingungan warga ketika menghadapi kegawatdaruratan, baik kasus cedera, persalinan, maupun penyakit akut.

"Empat minggu lalu masyarakat sangat sulit mengakses layanan kesehatan. Ketika ada kegawatdaruratan, mereka bingung harus ke mana. Ini menjadi persoalan serius," kata dr. Yogi dalam konferensi pers secara daring, Rabu (31/12).

Menurut dr. Yogi, kondisi mulai membaik setelah dilakukan revitalisasi rumah sakit di Langsa, Aceh Tamiang, serta kabupaten lain. Saat ini, masyarakat sudah dapat mengakses layanan rawat inap, persalinan, penanganan luka, infeksi, serta berbagai penyakit lainnya di rumah sakit.

Namun demikian, operasional puskesmas masih belum berjalan maksimal. Layanan kesehatan dasar masih banyak mengandalkan tim medis yang datang langsung ke desa-desa terdampak untuk memberikan pengobatan keliling.

"Puskesmas belum sepenuhnya operasional. Masih ditangani oleh tim medis yang datang ke lokasi pedesaan untuk memberikan layanan kesehatan," jelasnya.

Lebih lanjut, FKUI mencatat sejumlah tantangan medis utama di lapangan. Salah satunya adalah pembersihan lumpur yang menumpuk tebal di fasilitas kesehatan. Banyak puskesmas hingga kini masih berlumpur dan belum sepenuhnya dibersihkan.

"Kalaupun dibersihkan, jalan menuju fasilitas kesehatan masih berlumpur. Pasien dan pengungsi yang keluar masuk akan membawa lumpur kembali, sehingga kondisi cepat kotor lagi," ucapnya.

Tantangan berikutnya adalah rusaknya berbagai peralatan medis di puskesmas dan beberapa rumah sakit lainnya. Kondisi ini membuat sejumlah layanan penunjang belum dapat berjalan optimal.

"Banyak peralatan rumah sakit rusak dan tentu tidak bisa dipenuhi dalam waktu singkat. Ada yang harus diganti, ada yang masih bisa diperbaiki," jelasnya.

Meski demikian, Yogi menegaskan bahwa layanan kesehatan tetap berjalan dengan standar yang ada. Pemeriksaan laboratorium dan radiologi lanjutan seperti MRI belum dapat dilakukan. Namun, tindakan operasi bersifat darurat sudah bisa dilaksanakan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya