Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Aceh menegaskan penanganan bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh sejak akhir November lalu membutuhkan dukungan kuat dan berkelanjutan dari pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa bencana yang juga berdampak pada Sumatra Utara dan Sumatra Barat tersebut telah menyebabkan kerusakan luas.
Pemerintah Aceh telah menetapkan status tanggap darurat, melakukan evakuasi, menyalurkan bantuan logistik, memberikan layanan kesehatan, serta memulai pemulihan awal.
Namun, besarnya dampak dan kompleksitas penanganan bencana membuat sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak.
“Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat sinergi antara DPR RI, kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah,” kata Muzakir, Selasa (30/12).
Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan langkah konkret, khususnya percepatan pemulihan infrastruktur, penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak, penguatan perlindungan sosial, serta kejelasan skema pendanaan dan pembagian peran antar pihak secara terintegrasi agar pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkeadilan.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi melaporkan kondisi wilayahnya yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah. Sebanyak 12 kecamatan dan 216 desa di Aceh Tamiang terendam banjir bandang, menyebabkan lumpuhnya aktivitas pemerintahan, perekonomian, serta kehidupan sosial masyarakat.
Dalam upaya penanganan, pemerintah daerah dibantu BNPB serta ribuan personel TNI dan Polri. Saat ini, sekitar 80 persen lumpur di ibu kota kabupaten telah dibersihkan dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan.
Pembersihan juga dilakukan hingga ke desa-desa untuk memulihkan roda perekonomian.
Ia juga melaporkan penanganan tumpukan kayu besar akibat banjir yang telah mencapai 85 persen. "Pemerintah daerah meminta kejelasan kebijakan dari Kementerian Kehutanan terkait pemanfaatan kayu tersebut agar dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat secara legal," kata dia.
Untuk infrastruktur, terdapat empat jembatan yang mengalami kerusakan parah, yakni di Desa Balingkarang, Pematang Durian, Lumpuk Sidup, dan Desa Pangkalan. Pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jembatan darurat di salah satu titik yang menjadi urat nadi akses masyarakat menuju perkotaan. (M-3)
Salah satu temuan menarik tim di lapangan adalah tingginya kesiapsiagaan masyarakat setempat
Kemenag akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor di Aceh
DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus memastikan penanganan pascabencana hidrometeorologi di wilayah selatan terealisasi dengan baik.
Upaya penanganan pun dilakukan melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mengingat bencana terjadi secara masif meliputi tanah longsor, pergerakan tanah, maupun banjir bandang.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved