Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UBI jalar sering dianggap sebagai makanan yang manis dan tinggi karbohidrat, sehingga kerap dihindari penderita diabetes. Namun, para ahli gizi menilai ubi jalar tetap dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes, selama dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan dengan cara pengolahan yang sesuai.
Kunci utamanya terletak pada indeks glikemik, kandungan serat, jenis ubi jalar, serta metode memasak yang digunakan. Melansir dari laman Very Well Health, berikut ulasan pengaruh dan manfaat yang terkandung dalam ubi jalar bagi penderita diabetes.
Ubi jalar mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, tidak semua karbohidrat berefek sama. Ubi jalar memiliki kandungan serat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga lonjakan gula darah bisa lebih terkendali.
Nilai indeks glikemik (IG) ubi jalar dapat berubah tergantung cara pengolahannya:
Porsi juga berperan penting. American Diabetes Association merekomendasikan makanan tinggi karbohidrat, termasuk ubi jalar, mengisi maksimal seperempat piring makan, atau sekitar ½ cangkir ubi jalar (±21 gram karbohidrat).
Ubi jalar mengandung berbagai nutrisi penting, antara lain:
Dalam 100 gram ubi jalar oranye mentah tanpa kulit, terdapat sekitar 6 gram gula alami.
Berdasarkan kandungan gizinya, ubi jalar berpotensi memberikan beberapa manfaat berikut:
Mengandung karbohidrat dan serat sedang. Seratnya membantu memperlambat kenaikan gula darah.
Kaya antosianin, antioksidan kuat yang dapat membantu menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, indeks glikemiknya relatif tinggi sehingga tetap perlu dikontrol porsinya.
Paling umum dikonsumsi, kaya beta-karoten, vitamin C, dan serat, dengan indeks glikemik sedang.
Ubi jalar bisa bermanfaat bagi penderita diabetes, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar, dipilih jenisnya dengan bijak, dan diolah dengan cara yang tepat. Bukan hanya sumber energi, ubi jalar juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Namun, bagi mereka yang kesulitan mengontrol pola makan atau sering makan berlebihan, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi tetap disarankan agar pola konsumsi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. (Very Well Health/American Diabetes Association/Z-2)
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Diabetes tipe 5 atau maturity onset diabetes of the young (MODY), merupakan variasi diabetes yang biasanya muncul pada usia muda biasanya kurang dari 25 tahun.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Panduan menurunkan berat badan secara sehat dan alami: atur kalori defisit, susun diet sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan kelola stres tanpa obat.
Perbandingan lengkap nasi dan roti untuk sarapan sehat, dari kalori, serat, hingga indeks glikemik. Pilih mana yang lebih baik untuk diet dan gula darah.
Paparan panas yang terjadi secara berulang, seperti ketika nasi dibiarkan terlalu lama di dalam rice cooker dapat merusak struktur pati pada nasi.
UBI jalar adalah salah satu sumber karbohidrat yang kaya akan gizi. Walaupun memiliki rasa manis, ubi jalar bisa menjadi pilihan makanan yang aman bagi pengguna diabetes
Studi tahun 2025 menunjukkan bahwa konsumsi tiga buah—mangga, raspberry, dan grapefruit—secara rutin dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara alami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved