Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SARAPAN menjadi waktu makan yang penting untuk mengisi kembali energi setelah semalaman berpuasa. Namun, bagi sebagian orang yang ingin menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah, memilih menu sarapan bisa menjadi tantangan tersendiri. Dua pilihan sumber karbohidrat yang paling sering diperdebatkan adalah nasi dan roti. Lantas, mana yang sebenarnya lebih sehat?
Baik nasi maupun roti sama-sama berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Meski begitu, jenisnya beragam dan kandungan gizinya pun berbeda, mulai dari nasi putih, nasi merah, roti putih, hingga roti gandum utuh. Mengutip dari laman Hello Sehat, berikut beragam perbedaan gizi antara nasi dan roti.
Nasi merah memiliki indeks glikemik paling rendah, artinya kadar gula darah naik lebih perlahan. Sebaliknya, roti putih paling cepat meningkatkan kadar gula darah.
Nasi merah dan roti gandum utuh lebih alami dan minim proses, membuat kandungan gizinya tetap terjaga.
Beras dan gandum sama-sama mengandung vitamin B kompleks serta mineral penting bagi tubuh. Namun, proses penggilingan pada nasi putih dan roti putih membuat sekitar 20% mineral hilang.
Selain itu, beras merah memiliki kandungan antosianin. Pigmen alami yang memberi warna merah sekaligus berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Nasi merah dan roti gandum utuh unggul dari segi kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan.
Selain kandungan gizinya, makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah atau roti gandum juga membantu menjaga kestabilan gula darah. Gula darah yang naik secara perlahan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu mengendalikan nafsu makan.
Namun, cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Pilihlah menu yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang agar tidak menambah asupan lemak berlebih. Jika ingin mengonsumsi produk kemasan, pastikan memilih yang rendah kalori dan lemak.
Pada akhirnya, baik nasi merah maupun roti gandum utuh sama-sama bisa menjadi pilihan sarapan sehat. Keduanya lebih bergizi dibanding versi putihnya dan dapat menunjang program diet atau menjaga kadar gula darah tetap stabil. (Halodoc/Hello Sehat/Z-2)
Rutinitas pagi sehat menurut sains tidak harus ekstrem seperti CEO sukses. Peneliti mengungkap pola bangun, olahraga, sarapan, dan kebiasaan pagi yang realistis, seimbang, dan menyehatkan.
Temukan rahasia sinergi nutrisi antara telur dan alpukat. Kombinasi superfood ini meningkatkan penyerapan vitamin dan menjaga kesehatan jantung serta otak.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, Health and Aging menemukan bahwa sarapan sehat berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Menkes, Budi Gunadi Sadikin, menganjurkan masyarakat membiasakan sarapan dengan 2 butir telur rebus. Sudah cukupkah gizinya.
Herbalife terus mendukung Pesan 2025 dengan tujuan utama memberikan informasi dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi perilaku sehat serta sarapan bergizi seimbang.
Setelah heboh protein, kini dunia kesehatan dilanda tren 'Fibermaxxing'. Simak mengapa Gen Z berburu serat dan bagaimana industri makanan meresponsnya.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Riset terbaru menunjukkan tambahan 5 menit tidur dan 2 menit olahraga harian dapat memperpanjang usia.
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
Panduan menurunkan berat badan secara sehat dan alami: atur kalori defisit, susun diet sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan kelola stres tanpa obat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved