Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hampir satu tahun menjadi pilar strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekolah. Meski demikian, pelaksanaannya masih terbentur tantangan besar, yakni persoalan logistik dan distribusi susu di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Susu merupakan komoditas pangan yang sangat rentan rusak, terutama di tengah iklim tropis dan kondisi geografis Indonesia yang luas.
Selama ini, susu pasteurisasi sangat bergantung pada sistem rantai dingin (cold chain) yang ketat. Namun, keterbatasan listrik dan jauhnya jarak distribusi dari sentra produksi ke sekolah-sekolah di pelosok membuat biaya logistik membengkak serta meningkatkan risiko keamanan pangan.
Dalam diskusi panel bertajuk "Tantangan Distribusi Susu di Indonesia dalam Mendukung Program Susu Sekolah MBG" di IPB University, Bogor, Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Epi Taufik, menilai susu UHT dengan kemasan aseptik sebagai solusi paling realistis untuk skala nasional. Teknologi ini dianggap mampu menjawab tantangan distribusi tanpa ketergantungan pada fasilitas pendingin.
“Apakah kemasan aseptik dapat mengatasi tantangan distribusi susu di Indonesia? Jawabannya ya. Ini adalah salah satu teknologi paling strategis untuk konteks Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar,” ujar Prof. Epi.
Ia menambahkan bahwa susu dengan kemasan aseptik memiliki masa simpan panjang hingga 6–12 bulan pada suhu ruang, sehingga jauh lebih aman dari risiko kontaminasi mikroba selama proses distribusi.
Keunggulan ini sangat relevan untuk mendukung pemerataan gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang minim fasilitas penyimpanan dingin.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa, menjelaskan bahwa industri saat ini terus berinovasi menghadirkan kemasan yang fungsional sekaligus higienis.
“Tren konsumen yang semakin sadar kesehatan dan isu lingkungan mendorong industri untuk menghadirkan kemasan yang menjaga keamanan produk sekaligus selaras dengan prinsip keberlanjutan,” jelasnya.
Aspek keberlanjutan ini juga menjadi fokus pelaku industri seperti PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Corporate Affairs Director FFI, Andrew Saputro, mengungkapkan pihaknya telah mengevaluasi opsi kemasan dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas produk.
Kesiapan dari sisi hulu pun kian diperkuat dengan kehadiran LamiPak Indonesia. Memasuki 2025, perusahaan ini memproyeksikan kapasitas produksi penuh hingga 21 miliar kemasan per tahun untuk memperkuat rantai pasok nasional.
PR Manager PT LamiPak Indonesia, Ahmad Rizalmi, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung Program MBG melalui penyediaan kemasan aseptik berkualitas tinggi yang diproduksi di dalam negeri.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan industri, tetapi juga memastikan distribusi susu menjadi lebih aman dan efisien bagi jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia. (Z-1)
Selain dari sinar matahari, asupan melalui minuman adalah cara praktis untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D Anda.
Temukan inspirasi resep minuman kekinian dengan susu yang viral dan mudah dibuat. Lengkap dengan tips bisnis, modal, dan variasi rasa untuk pemula.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Susu dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi berbagai produk seperti keju, yogurt, mentega, dan susu bubuk.
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Aturan ini berpotensi memicu pertumbuhan rokok ilegal yang tidak mematuhi standar kemasan dan cukai.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Dari 100 perusahaan percetakan yang berfokus pada penerbitan media, kini hanya tersisa 30, sebagian besar terafiliasi pada bisnis media.
Nilai pasar kemasan kotak karton gelombang di Asia Tenggara diproyeksi meningkat sekitar 4% setiap tahun pada periode 2021-2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved