Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN saraf motorik dan sensorik memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada masa usia dini. Kedua kemampuan ini menjadi dasar bagi anak untuk bergerak, belajar, berinteraksi dengan lingkungan, hingga membangun kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
Saraf motorik berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan tubuh, sementara saraf sensorik berperan dalam menerima dan mengolah berbagai rangsangan dari lingkungan sekitar. Jika keduanya berkembang dengan baik, anak akan lebih mudah beradaptasi, belajar, dan menjalani aktivitas sesuai tahapan usianya.
Saraf motorik mengatur gerakan dan koordinasi otot. Dalam perkembangannya, keterampilan motorik terbagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar dan motorik halus.
Motorik kasar melibatkan otot-otot besar, seperti kaki, tangan, dan tubuh bagian inti. Kemampuan ini terlihat saat anak belajar berjalan, berlari, melompat, menjaga keseimbangan, hingga merangkak. Aktivitas fisik seperti menari, yoga anak, bermain kejar-kejaran, atau membantu pekerjaan rumah sederhana dapat membantu memperkuat motorik kasar.
Sementara itu, motorik halus berkaitan dengan penggunaan otot-otot kecil pada jari dan pergelangan tangan. Keterampilan ini penting untuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian, seperti menulis, menggambar, mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan sendok dan garpu. Permainan seperti meronce, memindahkan benda kecil, atau bermain beras berwarna dapat melatih kemampuan motorik halus anak secara optimal.
Saraf sensorik berfungsi menerima informasi melalui pancaindra, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa. Selain itu, terdapat juga sistem vestibular yang membantu anak menjaga keseimbangan serta memahami posisi kepala dan tubuh di ruang, serta propriosepsi yang memberikan informasi dari otot dan sendi.
Kemampuan sensorik membantu anak mengenali lingkungan di sekitarnya, memahami tekstur, suara, aroma, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan tepat. Anak yang memiliki perkembangan sensorik baik biasanya lebih percaya diri, mudah berkonsentrasi, dan mampu mengontrol gerakannya dengan lebih baik.
Pada beberapa anak, perkembangan motorik dan sensorik bisa berjalan lebih lambat. Tanda-tandanya antara lain kesulitan memegang alat makan, sering menjatuhkan benda, kurang seimbang saat berjalan, atau tampak bingung dengan posisi tubuhnya sendiri. Dalam kondisi seperti ini, stimulasi yang tepat dan konsisten sangat dibutuhkan.
Orang tua dapat membantu mengoptimalkan perkembangan motorik dan sensorik anak melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan dan mudah dilakukan di rumah.
Untuk melatih motorik kasar, orang tua bisa mengajak anak bergerak aktif, seperti bermain lompat-lompatan, menari mengikuti musik, atau membantu pekerjaan rumah seperti menyapu halaman dan mengumpulkan daun. Aktivitas ini tidak hanya melatih otot besar, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan keseimbangan anak.
Sementar itu, Motorik halus dapat dilatih melalui berbagai aktivitas yang melibatkan tangan dan jari, antara lain:
Anak menggunakan sendok atau sekop kecil untuk memindahkan beras ke dalam cetakan. Aktivitas ini melatih kekuatan jari, koordinasi tangan dan mata, serta ketelitian.
Kegiatan menuang beras ke dalam wadah membantu anak mengontrol gerakan tangan agar lebih terarah dan stabil.
Aktivitas ini membantu melatih genggaman tangan, koordinasi visual, serta menjadi dasar keterampilan menulis di masa depan.
Sedangkan, salah satu latihan untuk mempertajam motorik buah hati yaitu lewat permainan mengenal berbagai aroma. Lewat permainan semacam ini, akan membantu melatih indra penciuman anak.
Selain itu, mengajak anak menyentuh daun, bunga, atau ranting juga dapat membantu mereka mengenali berbagai tekstur sekaligus meningkatkan kepekaan indra peraba dan rasa ingin tahu terhadap lingkungan.
Perlu diingat, setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Kunci utama dalam melatih saraf motorik dan sensorik anak adalah konsistensi, kesabaran, serta suasana bermain yang menyenangkan. Anak tidak perlu dipaksa, melainkan diajak bereksplorasi secara alami melalui aktivitas sehari-hari. (BrightPatch Child Care/Z-10)
Sebuah meta-analisis besar mengungkap diet vegetarian dan vegan aman untuk anak-anak, asal direncanakan dengan matang. Simak manfaat dan risiko kekurangan nutrisinya.
DI tengah derasnya arus informasi saat ini, diperlukan kehati-hatian dalam mencari sumber informasi yang akurat. Khususnya terkait dengan kesehatan ibu dan anak.
DI tengah perkembangan pola asuh modern, semakin banyak ahli yang menegaskan bahwa peran ayah bukan lagi sekadar pendukung, tetapi bagian utama dalam tumbuh kembang anak.
Sebagian orangtua masih beranggapan bahwa kemampuan motorik akan berkembang dengan sendirinya, padahal riset menunjukkan stimulasi yang terarah dan menyenangkan justru menjadi kunci.
Parenthood Institute 2025, program tahunan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman orangtua mengenai tumbuh kembang anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia.
MATAHARI dari Timur (MDT) kembali menunjukkan kekuatannya sebagai gerakan budaya yang dinamis melalui penyelenggaraan pagelaran seni ketiga bertema “Aku, Wastra dan Kisah.”
Senam Anak Indonesia Hebat adalah program senam yang dirancang untuk anak-anak dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik, keterampilan motorik, dan menanamkan nilai cinta tanah air.
Pendiri Yayasan Bersih Beramal Indonesia Iskandar mengatakan membersihkan masjid menjadi bagian tanggung jawab sebagai umat muslim.
Gerak dasar ini tidak hanya berperan dalam perkembangan motorik anak, tetapi juga menjadi fondasi bagi postur tubuh yang sehat di masa depan.
Gerakan yang salah dalam aktivitas sehari-hari sering menyebabkan sakit punggung, ketegangan otot, dan cedera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved