Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

3 Tips Melatih Saraf Motorik dan Sensorik Anak di Rumah

Abi Rama
19/12/2025 20:33
3 Tips Melatih Saraf Motorik dan Sensorik Anak di Rumah
Perkembangan saraf motorik dan sensorik memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak.(Freepik)

PERKEMBANGAN saraf motorik dan sensorik memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada masa usia dini. Kedua kemampuan ini menjadi dasar bagi anak untuk bergerak, belajar, berinteraksi dengan lingkungan, hingga membangun kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Saraf motorik berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan tubuh, sementara saraf sensorik berperan dalam menerima dan mengolah berbagai rangsangan dari lingkungan sekitar. Jika keduanya berkembang dengan baik, anak akan lebih mudah beradaptasi, belajar, dan menjalani aktivitas sesuai tahapan usianya.

Motorik Kasar dan Halus pada Anak

Saraf motorik mengatur gerakan dan koordinasi otot. Dalam perkembangannya, keterampilan motorik terbagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar dan motorik halus.

Motorik kasar melibatkan otot-otot besar, seperti kaki, tangan, dan tubuh bagian inti. Kemampuan ini terlihat saat anak belajar berjalan, berlari, melompat, menjaga keseimbangan, hingga merangkak. Aktivitas fisik seperti menari, yoga anak, bermain kejar-kejaran, atau membantu pekerjaan rumah sederhana dapat membantu memperkuat motorik kasar.

Sementara itu, motorik halus berkaitan dengan penggunaan otot-otot kecil pada jari dan pergelangan tangan. Keterampilan ini penting untuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian, seperti menulis, menggambar, mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan sendok dan garpu. Permainan seperti meronce, memindahkan benda kecil, atau bermain beras berwarna dapat melatih kemampuan motorik halus anak secara optimal.

Saraf Sensorik pada Anak

Saraf sensorik berfungsi menerima informasi melalui pancaindra, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa. Selain itu, terdapat juga sistem vestibular yang membantu anak menjaga keseimbangan serta memahami posisi kepala dan tubuh di ruang, serta propriosepsi yang memberikan informasi dari otot dan sendi.

Kemampuan sensorik membantu anak mengenali lingkungan di sekitarnya, memahami tekstur, suara, aroma, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan tepat. Anak yang memiliki perkembangan sensorik baik biasanya lebih percaya diri, mudah berkonsentrasi, dan mampu mengontrol gerakannya dengan lebih baik.

Tanda Anak Membutuhkan Stimulasi Motorik dan Sensorik Tambahan

Pada beberapa anak, perkembangan motorik dan sensorik bisa berjalan lebih lambat. Tanda-tandanya antara lain kesulitan memegang alat makan, sering menjatuhkan benda, kurang seimbang saat berjalan, atau tampak bingung dengan posisi tubuhnya sendiri. Dalam kondisi seperti ini, stimulasi yang tepat dan konsisten sangat dibutuhkan.

Tips Melatih Saraf Motorik dan Sensorik Anak di Rumah

Orang tua dapat membantu mengoptimalkan perkembangan motorik dan sensorik anak melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan dan mudah dilakukan di rumah.

Untuk melatih motorik kasar, orang tua bisa mengajak anak bergerak aktif, seperti bermain lompat-lompatan, menari mengikuti musik, atau membantu pekerjaan rumah seperti menyapu halaman dan mengumpulkan daun. Aktivitas ini tidak hanya melatih otot besar, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan keseimbangan anak.

Sementar itu, Motorik halus dapat dilatih melalui berbagai aktivitas yang melibatkan tangan dan jari, antara lain:

1. Bermain beras berwarna

Anak menggunakan sendok atau sekop kecil untuk memindahkan beras ke dalam cetakan. Aktivitas ini melatih kekuatan jari, koordinasi tangan dan mata, serta ketelitian.

2. Menuang beras dengan corong

Kegiatan menuang beras ke dalam wadah membantu anak mengontrol gerakan tangan agar lebih terarah dan stabil.

3. Menggambar dan mewarnai

Aktivitas ini membantu melatih genggaman tangan, koordinasi visual, serta menjadi dasar keterampilan menulis di masa depan.

Sedangkan, salah satu latihan untuk mempertajam motorik buah hati yaitu lewat permainan mengenal berbagai aroma. Lewat permainan semacam ini, akan membantu melatih indra penciuman anak. 

Selain itu, mengajak anak menyentuh daun, bunga, atau ranting juga dapat membantu mereka mengenali berbagai tekstur sekaligus meningkatkan kepekaan indra peraba dan rasa ingin tahu terhadap lingkungan.

Perlu diingat, setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Kunci utama dalam melatih saraf motorik dan sensorik anak adalah konsistensi, kesabaran, serta suasana bermain yang menyenangkan. Anak tidak perlu dipaksa, melainkan diajak bereksplorasi secara alami melalui aktivitas sehari-hari. (BrightPatch Child Care/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik