Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Media Sosial Kini Jadi Kompas Utama Wisatawan Mencari Inspirasi Liburan

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 07:27
Media Sosial Kini Jadi Kompas Utama Wisatawan Mencari Inspirasi Liburan
Ilustrasi(Freepik)

LANSKAP industri pariwisata Indonesia mengalami pergeseran signifikan pada 2025. Media sosial kini bukan lagi sekadar platform hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi referensi utama bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka.

Berdasarkan laporan bertajuk Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel yang dirilis oleh tiket.com, mayoritas wisatawan kini memulai langkah pertama liburan mereka dari layar ponsel. Fenomena ini mempertegas dominasi digital dalam ekosistem pariwisata nasional.

Chief Strategy Officer tiket.com, Tifanny Tjiptoning, mengungkapkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap platform digital sudah mencapai titik yang sangat tinggi. 

"Kita sudah tidak dapat mengingkari lagi bahwa media sosial itu sangat dominan. Sekarang DI2025 ini, kita lihat sembilan dari 10 wisatawan mengandalkan media sosial sebagai titik awal perencanaan liburan," ujar Tifanny, dikutip Kamis (18/12).

TikTok dan Instagram Pimpin Preferensi Publik

Dalam hal platform, TikTok tercatat sebagai rujukan utama dengan persentase mencapai 57%. Posisi berikutnya ditempati oleh Instagram dengan angka 34%. Tingginya minat masyarakat terhadap kedua platform ini didorong oleh aspek visual yang kuat, durasi konten yang ringkas, serta kemudahan informasi untuk dicerna.

Visualisasi dalam format video dianggap mampu memberikan gambaran nyata mengenai suasana destinasi atau fasilitas akomodasi bagi calon wisatawan. Selain itu, perubahan perilaku terlihat dari cara pengguna mencari informasi; mereka kini aktif memasukkan kata kunci spesifik untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru.

"Media sosial itu adalah pendorong untuk eksplorasi destinasi-destinasi baru. Jadi, mungkin sebelumnya kita ada banyak destinasi atau mungkin atraksi tempat wisata yang masih belum terlalu populer, ternyata setelah dibagikan di media sosial, orang jadi tertarik untuk datang," tambah Tifanny.

Kekuatan Pengalaman Personal dan Isu Keberlanjutan

Senada dengan hal tersebut, Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menyoroti bagaimana media sosial memudahkan wisatawan berbagi pengalaman autentik. Hal-hal detail, termasuk kepedulian terhadap lingkungan, kini menjadi faktor yang sangat diperhatikan oleh netizen.

Suwandi mencontohkan tren keberlanjutan seperti penggunaan tisu berbahan bambu di hotel. Lewat unggahan yang menunjukkan tekstur dan detail produk, informasi tersebut dapat memicu ketertarikan orang lain untuk merasakan pengalaman serupa.

"Jadi temannya ingin juga ke situ. Dari hal-hal yang kecil inilah tapi sangat berpengaruh," jelas Suwandi.

Tren ini membuktikan bahwa pengaruh media sosial telah menyentuh aspek-aspek mikro dalam perjalanan. Keputusan wisatawan kini tidak lagi hanya dipengaruhi oleh iklan konvensional, melainkan oleh ulasan visual dan rekomendasi organik yang tersebar di ruang digital. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik