Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LANSKAP industri pariwisata Indonesia mengalami pergeseran signifikan pada 2025. Media sosial kini bukan lagi sekadar platform hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi referensi utama bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka.
Berdasarkan laporan bertajuk Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel yang dirilis oleh tiket.com, mayoritas wisatawan kini memulai langkah pertama liburan mereka dari layar ponsel. Fenomena ini mempertegas dominasi digital dalam ekosistem pariwisata nasional.
Chief Strategy Officer tiket.com, Tifanny Tjiptoning, mengungkapkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap platform digital sudah mencapai titik yang sangat tinggi.
"Kita sudah tidak dapat mengingkari lagi bahwa media sosial itu sangat dominan. Sekarang DI2025 ini, kita lihat sembilan dari 10 wisatawan mengandalkan media sosial sebagai titik awal perencanaan liburan," ujar Tifanny, dikutip Kamis (18/12).
Dalam hal platform, TikTok tercatat sebagai rujukan utama dengan persentase mencapai 57%. Posisi berikutnya ditempati oleh Instagram dengan angka 34%. Tingginya minat masyarakat terhadap kedua platform ini didorong oleh aspek visual yang kuat, durasi konten yang ringkas, serta kemudahan informasi untuk dicerna.
Visualisasi dalam format video dianggap mampu memberikan gambaran nyata mengenai suasana destinasi atau fasilitas akomodasi bagi calon wisatawan. Selain itu, perubahan perilaku terlihat dari cara pengguna mencari informasi; mereka kini aktif memasukkan kata kunci spesifik untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru.
"Media sosial itu adalah pendorong untuk eksplorasi destinasi-destinasi baru. Jadi, mungkin sebelumnya kita ada banyak destinasi atau mungkin atraksi tempat wisata yang masih belum terlalu populer, ternyata setelah dibagikan di media sosial, orang jadi tertarik untuk datang," tambah Tifanny.
Senada dengan hal tersebut, Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menyoroti bagaimana media sosial memudahkan wisatawan berbagi pengalaman autentik. Hal-hal detail, termasuk kepedulian terhadap lingkungan, kini menjadi faktor yang sangat diperhatikan oleh netizen.
Suwandi mencontohkan tren keberlanjutan seperti penggunaan tisu berbahan bambu di hotel. Lewat unggahan yang menunjukkan tekstur dan detail produk, informasi tersebut dapat memicu ketertarikan orang lain untuk merasakan pengalaman serupa.
"Jadi temannya ingin juga ke situ. Dari hal-hal yang kecil inilah tapi sangat berpengaruh," jelas Suwandi.
Tren ini membuktikan bahwa pengaruh media sosial telah menyentuh aspek-aspek mikro dalam perjalanan. Keputusan wisatawan kini tidak lagi hanya dipengaruhi oleh iklan konvensional, melainkan oleh ulasan visual dan rekomendasi organik yang tersebar di ruang digital. (Ant/Z-1)
Pemilihan destinasi yang tepat diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan bermakna.
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Program Stay 24 Hours diberlakukan selama 1 hingga 28 Februari 2026 sebagai promosi awal, seiring dengan pertama kalinya inovasi layanan ini digencarkan oleh Next Hotel Yogyakarta
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved