Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial kini bukan sekadar platform komunikasi, melainkan ruang yang secara fundamental mengubah lanskap psikologis generasi muda.
Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana, memperingatkan bahwa penggunaan media sosial yang masif dapat memengaruhi cara remaja mengenali dan membangun identitas diri mereka.
Menurut Vera, proses pencarian jati diri yang seharusnya berlangsung secara alamiah kini menjadi jauh lebih kompleks.
Kehadiran standar sosial, tren, dan opini publik yang membanjiri lini masa membuat remaja kehilangan ruang untuk bereksplorasi secara personal.
"Pengaruh paling signifikan adalah perubahan cara remaja membangun identitas diri atau bagaimana mereka mengenali dirinya," ujar lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Vera menjelaskan bahwa pencarian jati diri yang sehat membutuhkan waktu dan interaksi nyata. Namun, paparan informasi yang terus-menerus membuat remaja cenderung mendefinisikan diri mereka berdasarkan kacamata orang lain, bukan melalui pengalaman hidup yang autentik. Akibatnya, mereka menjadi lebih sensitif terhadap penilaian sosial dan terus-menerus mencari validasi dari luar.
Lebih jauh, Vera menyoroti mekanisme media sosial yang bekerja menyerupai sistem imbalan (reward). Fitur seperti notifikasi dan jumlah *likes* memberikan stimulasi yang sangat menarik bagi otak remaja. Sayangnya, ketertarikan ini tidak dibarengi dengan kematangan fungsi otak yang memadai.
"Otak remaja belum matang secara penuh, terutama bagian prefrontal cortex yang mengatur kontrol diri dan penilaian risiko," ungkap Vera.
Kondisi biologis ini membuat remaja lebih rentan terhadap dorongan impulsif, sulit mengontrol perilaku, dan sering kali abai terhadap konsekuensi jangka panjang dari interaksi mereka di ruang digital. Tekanan ini semakin diperparah oleh perubahan hormonal yang membuat stabilitas emosi mereka naik-turun.
Meski menyimpan risiko, Vera tidak menampik bahwa media sosial memiliki sisi positif. Platform digital dapat menjadi wadah kreatif untuk berekspresi, ruang belajar yang luas, serta sarana membangun koneksi sosial yang positif jika digunakan dengan bijak.
Namun, ia memberikan catatan tegas bahwa manfaat tersebut hanya bisa diraih dengan pengawasan yang tepat.
"Tanpa pendampingan, efek negatifnya bisa lebih dominan," tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Vera menekankan tiga pilar utama untuk menjaga kesehatan mental remaja di era digital:
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Dorongan remaja untuk mengikuti tren berbahaya sering kali berakar pada kebutuhan psikologis untuk diterima oleh lingkungan sosial mereka.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved