Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sepuluh Penyakit Diperingatkan akan Muncul Pascabanjir

M Iqbal Al Machmudi
14/12/2025 21:00
Sepuluh Penyakit Diperingatkan akan Muncul Pascabanjir
Ilustrasi.(Antara)

MULAI berfungsinya kembali beberapa rumah sakit (RS) di lokasi bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, merupakan kabar baik. Namun perlu diingatkan bahwa peningkatan jumlah pasien dengan berbagai penyakit akan terjadi hingga 210 hari ke depan.

RS tidak hanya akan menangani penyakit yang berhubungan dengan banjir tetapi juga menangani penyakit-penyakit lain yang biasa terjadi di masyarakat sehari-hari atau bisa dibilang sebagai beban ganda. "Temuan artikel ilmiah ini adalah 10 jenis penyakit yang biasa dihadapi pascabanjir ini, yaitu penyakit kardiovaskular, penyakit paru dan pernapasan, penyakit infeksi, penyakit saluran cerna, gangguan mental, diabetes, cedera, kanker, gangguan sistem syaraf, dan sakit ginjal," ujar Dokter Spesialis Paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, kemarin.

Sementara itu, tambahnya, ada enam faktor yang berhubungan dengan pelayanan RS pasca banjir besar, yaitu cuaca, derajat beratnya banjir, umur para korban, kepadatan penduduk di daerah bencana dan juga status sosio-ekonomik masyarakat setempat. "Keenam faktor ini perlu kita masukkan dalam bahan kajian sejak sekarang untuk dapat menjamin resiliensi (ketahanan) pelayanan kesehatan di rumah sakit di hari-hari dan bulan-bulan ke depan ini. Suatu masa yang sulit, yang akan jauh lebih mudah ditanggulangi kalau ditangani dengan seksama sejak awal sekarang ini," ucap Prof Tjandra, yang mengutip artikel ilmiah jurnal kesehatan Internasional Nature berjudul Hospitalization risks associated with floods in a multi-country study', kemarin. 

PENYEBAB KERACUNAN
Sementara itu, Dinkes Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sedang menginvestigasi penyebab keracunan 11 korban bencana di lokasi pengungsian di Jorong Labuah, Desa Sungai Batang, Sabtu (13/12).

"Saya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk melakukan investasi ke lapangan dalam mencari penyebab keracunan 11 warga yang merupakan korban terdampak banjir bandang yang tinggal di lokasi pengungsian di Jorong Labuah, Nagari Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya," kata Kepala Dinkes Agam Hendri Rusdian di Lubuk Basung, kemarin.

Ia mengatakan pihak Puskesmas Maninjau bakal mengambil sampel makanan yang disantap korban. Dari keterangan korban, diketahui bahwa mereka menyantap makanan dari dapur umum berupa pecel lele. Sebelas korban ini diketahui mengalami mual, muntah, diare, dan pusing pada Sabtu (13/12). Mereka dibawa ke RSUD Lubuk Basung dan dirawat intensif. Sepuluh korban sudah dipulangkan, kemarin. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik