Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penguatan Literasi dan Numerasi Jadi Modal Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Rendah

Putri Rosmalia Octaviyani
12/12/2025 12:06
Penguatan Literasi dan Numerasi Jadi Modal Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Rendah
Jambore Literasi & Numerasi.(Dok. LIFT)

PENGGAGAS gerakan Literacy for the Future (LIFT), Profesor Elwin Tobing, mengatakan, sejak 1990-an, ekonomi global telah bergeser dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Namun, kualitas modal manusia Indonesia masih tertinggal.

“Kurang dari satu persen yang berkompetensi internasional. Tanpa transformasi menyeluruh, kita akan terjebak dalam low middle income trap. Revolusi ini harus dimulai dari pendidikan dasar: dari literasi, sains, dan numerasi,” kata Elwin, dalam keterangannya, Jumat, (12/12).

Elwin mengatakan, upaya memadukan pengetahuan, kreativitas, dan nilai kebangsaan dalam suasana yang menyenangkan dan bermakna harus terus dilakukan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Hal itu seperti yang ia lakukan melalui program JALAN (Jambore Literasi & Numerasi). Melalui program tersebut LIFT, inisiatif nasional yang berkomitmen membangun budaya literasi, minat sains, dan karakter anak bangsa, mencoba untuk meningkatkan literasi dan numerasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan simbol kolaborasi strategis antara LIFT dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, guru pendamping, serta pegiat literasi dari berbagai komunitas. Lebih dari 200 siswa dari 70 sekolah dasar negeri berpartisipasi, didampingi 50 fasilitator yang memandu sesi interaktif, permainan edukatif, dan lokakarya kreatif yang menggugah semangat belajar.

Sebagai langkah nyata, LIFT menghadirkan seri buku dwibahasa Misteri Luki & Fani, 24 buku bergambar yang menanamkan semangat berpikir kritis, rasa ingin tahu, dan karakter melalui petualangan edukatif. Buku ini menjadi flagship program LIFT sekaligus instrumen membangun kemampuan literasi, sains, dan numerasi anak-anak Indonesia.

“Selain buku, kami menggelar program membaca bersama, pelatihan guru, dan kegiatan seperti JALAN,” ujar Elwin. “Program kami disubsidi hingga 70%, namun kolaborasi pemerintah dan sektor swasta sangat penting karena pembangunan manusia adalah tanggung jawab bersama. Jakarta menjadi pilot project kami.

Elwin menambahkan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mendukung karena sejalan dengan visi kepemimpinan daerah. Khususnya Pak Wakil Gubernur Rano Karno menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi terhadap pengembangan karakter serta literasi anak-anak Jakarta," katanya.

Lebih dari sekadar kegiatan belajar, JALAN adalah perjalanan transformasi pendidikan. Selama satu hari penuh, anak-anak diajak membaca, menulis, mendongeng, dan bermain di berbagai pos literasi-numerasi yang menumbuhkan imajinasi, logika, dan empati. Setiap aktivitas memperkuat karakter, menajamkan daya pikir, dan menumbuhkan kecintaan pada ilmu pengetahuan. Di akhir kegiatan, peserta terbaik memperoleh penghargaan, sementara seluruh siswa menerima sertifikat apresiasi. “JALAN I adalah pilot program menuju JALAN yang ideal selama tiga hari,” ujar Elwin.

Dengan visi hingga 2029, LIFT menargetkan menjangkau lebih dari 12 juta siswa SD di seluruh Indonesia, memperluas akses terhadap sumber belajar berkualitas, serta membangun jejaring pendidikan kolaboratif antara sekolah, komunitas, dan dunia usaha. Melalui model donasi 1:1, setiap pembelian buku oleh donatur akan didonasikan kembali kepada siswa lain, memastikan akses pendidikan yang merata. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik