Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda Indonesia didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam peringatan Hari HAM Sedunia 2025 di UPN Veteran Jakarta, sejumlah komunitas mendorong kepedulian terhadap HAM harus menjadi gerakan sehari-hari anak muda, bukan sekadar slogan atau seremoni tahunan
Seruan itu disampaikan komunitas Warga Muda bersama Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia (Sekolahpolkom), Center for Civic and Human Rights Studies (CCHRS), dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Indonesia dalam forum bertajuk “Merawat HAM, Merawat Indonesia” di UPN Veteran Jakarta, Rabu (10/12).
Direktur Eksekutif Warga Muda, I Putu Arya Aditia Utama, menekankan bahwa kepedulian generasi muda terhadap isu HAM bukan hanya persoalan moral, tetapi merupakan investasi bagi masa depan Indonesia.
“Kehadiran orang muda dan mahasiswa di forum ini menunjukkan bahwa kesadaran HAM tidak lahir dari buku teks atau seminar saja, tetapi tumbuh dari pengalaman hidup kita. Berbicara HAM berarti bicara masa depan Indonesia yang ingin kita rawat, yang lebih adil, aman, dan manusiawi. Perubahan besar dalam isu kemanusiaan selalu dimulai dari keberanian orang mudanya," kata I Putu Arya dalam keterangannya, Rabu (10/12).
Peneliti CCHRS, Sekar Ayu, menyoroti perlunya ruang dialog yang aman dan setara agar generasi muda dapat memahami isu HAM secara utuh dan kontekstual.
“Generasi muda adalah kelompok yang paling sering terdampak persoalan HAM, tetapi justru yang paling jarang diberi ruang untuk bersuara. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa orang muda bukan objek isu HAM, melainkan subjek penting yang harus didengar dan dilibatkan," kata Sekar.
Menurutnya, memperluas ruang partisipasi dan keterlibatan kaum muda merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem HAM yang berkelanjutan di Indonesia.
Sesi Suara Warga menghadirkan monolog dari berbagai komunitas, antara lain Ayu Respani (Genre Indonesia), Syahrul K. Kamal (Zeekend), Raihan Sujaya (DKN Pramuka), Thariq Rifqi (HIMAPOL Indonesia), Dimas Dwi Pangestu (Trash Ranger Indonesia), Ine (Timur Network), Ega Faizal (Teman Baru), dan Anggi Wahyuda (Gotong Royong Dong).
Melalui kisah personal, mereka mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda: hak atas lingkungan bersih, hak berekspresi, akses pendidikan dan pekerjaan layak, hingga kesehatan reproduksi. Monolog ini menegaskan bahwa HAM bukan isu jauh atau abstrak, ia adalah denyut kehidupan sehari-hari.
Ketua DKN Pramuka, Raihan Sujaya, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun karakter generasi muda sebagai bagian dari merawat HAM
"Gerakan pramuka selalu berpedoman dalam menjunjung tinggi hak asasi mamusia sehingga memperkuat karakter generasi muda adalah jalan dalam merawar HAM di Indonesia," ujarnya. (P-4)
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
DPR tegaskan Pasal Kumpul Kebo KUHP baru bersifat delik aduan absolut & tak langgar HAM. Rudianto Lallo jamin tak ada razia sembarangan, privasi terjaga.
Penetapan resmi Presiden Dewan HAM PBB 2026 dijadwalkan berlangsung dalam pertemuan Dewan HAM pada 8 Januari 2026.
Tingginya kasus perdagangan orang di daerah tersebut merupakan dampak dari tidak terpenuhinya hak dasar warga.
Penyelesaian harus dilakukan secara konkret melalui proses hukum terhadap pelaku serta pemulihan korban dan penyintas secara menyeluruh
Setiap tanggal 10 Desember, dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia atau World Human Rights Day.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved