Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Teknologi Multiomics Ungkap Misteri Gangguan Hormon yang Sering Salah Diagnosis

Basuki Eka Purnama
10/12/2025 12:30
Teknologi Multiomics Ungkap Misteri Gangguan Hormon yang Sering Salah Diagnosis
Teknologi Mass Spectrometry (LC–MS/MS).(MI/HO)

GANGGUAN pada keseimbangan hormon steroid, termasuk testosteron, estrogen, progesteron, dan hormon adrenal, adalah akar dari berbagai keluhan kesehatan pada perempuan, laki-laki, dan anak. Namun, banyak kasus gangguan hormonal penting sering kali luput dari deteksi atau salah diagnosis karena adanya keterbatasan dalam metode pemeriksaan standar.

Para pakar menyoroti bahwa pemeriksaan hormon rutin, yang umumnya menggunakan metode imunologi, kurang sensitif untuk membaca hormon dalam kadar yang sangat kecil, terutama pada perempuan dan anak-anak. 

Kondisi ini membuat hormon jumlah kecil tidak terbaca, menghasilkan hasil yang tampak normal padahal tubuh sedang bermasalah. Ini berdampak signifikan pada diagnosis kondisi seperti hiperandrogenisme, PCOS, pubertas dini/tertunda, dan gangguan adrenal.

Keterkaitan Hormon dan Mesin Energi Tubuh

Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG., menjelaskan bahwa hormon tidak pernah bekerja sendirian. Respons tubuh terhadap hormon sangat dipengaruhi oleh jalur metabolik, seperti glikolisis, Siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga satu-karbon metabolism.

"Dalam praktik klinis, kami melihat bahwa hormon tidak pernah bekerja sendirian. Respons tubuh terhadap hormon sangat dipengaruhi jalur metabolik seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga satu-karbon metabolism. Perubahan kecil pada metabolit ini dapat mengubah cara tubuh memproduksi ataupun merespons hormon steroid. Dengan mengetahui itu semua kita bisa mengetahui kondisi wellness seseorang," ujar Prof Noroyondo.

Siklus TCA sendiri dikenal sebagai mesin energi utama sel tubuh. Ketika jalur ini terganggu, produksi energi menurun dan metabolisme hormon turut berubah. Memeriksa metabolit TCA membantu dokter memahami akar gangguan hormonal dan metabolik secara lebih akurat.

Mass Spectrometry: Solusi Akurasi Presisi

Untuk mengatasi masalah sensitivitas rendah ini, Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) kini mengandalkan teknologi Mass Spectrometry (LC–MS/MS). Teknologi ini adalah platform presisi tinggi yang mampu mengukur molekul berdasarkan massa dan muatannya.

LC–MS/MS menawarkan keunggulan krusial, yaitu kemampuan membaca hormon dalam jumlah sangat kecil serta menghasilkan data yang tidak mudah terpengaruh zat lain. Hal ini memberikan hasil spesifik yang sangat relevan untuk kasus kadar rendah, seperti hormon androgen pada perempuan dan anak.

Dengan pendekatan ini, dokter dapat membaca 'sinyal' hormon, bukan hanya angka. 

"Teknologi mass spectrometry ini bukan hanya mengenai genomik, akan tetapi multiomik lainnya untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, membantu prediksi dini penyakit serta merancang strategi pengobatan lebih personal yang disesuaikan dengan kondisi unik individu," terang Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, M.Si.

Mulai November 2025, PCMC menyediakan pemeriksaan hormon berbasis LC–MS/MS yang lebih komprehensif, termasuk Rasio Testosteron/DHT, Androsterone, dan Steroid Hormone Panel (lima hormon dalam satu pengambilan sampel). Platform PCMC mampu mengukur lebih dari 140 biomarker, memberikan gambaran multi-dimensi tentang kondisi metabolisme dan keseimbangan tubuh. 

Prodia mendorong masyarakat yang memiliki keluhan terkait hormon untuk berkonsultasi, memanfaatkan pemeriksaan berbasis multiomics ini untuk diagnosis, pemantauan terapi, dan personalisasi perawatan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya