Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

10 Masalah Kesehatan yang Sering Disangka Gangguan Kecemasan

Margaretha Tiffany
30/8/2025 17:47
10 Masalah Kesehatan yang Sering Disangka Gangguan Kecemasan
Masalah kesehatan.(Freepik)

Banyak kondisi kesehatan yang memiliki gejala mirip dengan gangguan kecemasan, yang sering kali menyebabkan kesalahan diagnosis. Berikut adalah 10 kondisi kesehatan yang sering salah didiagnosis sebagai gangguan kecemasan, lengkap dengan penjelasan dan cara membedakannya.

1. Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS)

Kondisi di mana detak jantung meningkat secara berlebihan saat berpindah dari berbaring ke berdiri.

  • Kemiripan: Detak jantung cepat, kelelahan, pusing.
  • Perbedaan: Gejala muncul saat perubahan posisi tubuh. Diagnosis dilakukan dengan tes meja miring (tilt table test).

2. Inappropriate Sinus Tachycardia (IST)

Kondisi ini terjadi ketika detak jantung terlalu cepat tanpa penyebab yang jelas, menyebabkan rasa jantung berdebar.

  • Kemiripan: Detak jantung cepat menjadi gejala utama IST.
  • Perbedaan: Detak jantung tetap tinggi bahkan saat istirahat. Berbeda dengan kecemasan biasa. Pemeriksaan Holter monitor atau EKG bisa membantu membedakannya.

3. Endometriosis

Kondisi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri hebat dan kadang berdampak pada kesuburan.

  • Kemiripan: Rasa sakit kronis dan kelelahan yang dapat meningkatkan stres.
  • Perbedaan: Gejala terkait siklus menstruasi, seperti nyeri panggul, haid berlebihan, atau nyeri saat berhubungan intim. Pemeriksaan panggul dan tes pencitraan membantu memastikan diagnosis.

4. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Gangguan hormon yang menyebabkan ovarium membesar dan muncul kista di tepinya.

  • Kemiripan: Ketidakseimbangan hormon yang memicu perubahan suasana hati, kelelahan, dan mudah marah.
  • Perbedaan: Ditandai dengan kadar hormon testosteron lebih tinggi, yang bisa diuji lewat tes darah. Gejala termasuk haid tidak teratur, jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, dan kenaikan berat badan.

5. Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Sekelompok penyakit yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

  • Kemiripan: Nyeri perut, kram, kelelahan, stres berlebih.
  • Perbedaan: Dikenal dengan diare kronis, darah pada tinja, dan penurunan berat badan. Kolonoskopi dan tes pencitraan dapat memastikan diagnosis.

6. Hipertiroidisme

Kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid, mempercepat metabolisme tubuh.

  • Kemiripan: Jantung berdebar, mudah gugup, keringat berlebih.
  • Perbedaan: Tremor, penurunan berat badan tanpa sebab, intoleransi panas, dan pembesaran tiroid (gondok). Pemeriksaan kadar hormon tiroid lewat tes darah membantu diagnosis.

7. Adrenal Insufficiency

Kondisi ketika kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon, terutama kortisol.

  • Kemiripan: Kelelahan ekstrem, tekanan darah rendah, kelemahan otot.
  • Perbedaan: Gejala khasnya termasuk keinginan mengonsumsi garam, penurunan berat badan drastis, dan hiperpigmentasi kulit. Tes darah untuk mengukur kadar kortisol dan ACTH membantu diagnosis.

8. Ankylosing Spondylitis (AS)

Jenis radang sendi kronis yang memengaruhi tulang belakang, menyebabkan nyeri parah dan kekakuan.

  • Kemiripan: Nyeri kronis dan kelelahan yang dapat memicu stres.
  • Perbedaan: Gejala membaik dengan olahraga dan memburuk saat istirahat. Tes pencitraan dan tes genetik HLA-B27 membantu diagnosis.

9. Penyakit Lyme

Disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu.

  • Kemiripan: Kelelahan, sakit kepala, kesulitan fokus, dan “brain fog”.
  • Perbedaan: Ditandai dengan ruam berbentuk lingkaran seperti target (bull’s-eye rash), nyeri sendi, dan gejala mirip flu. Tes antibodi Lyme memastikan diagnosis.

10. Fibromyalgia

Kondisi kronis yang menyebabkan nyeri otot luas, kelelahan, dan sensitivitas pada area tertentu.

  • Kemiripan: Nyeri dan kelelahan berkepanjangan yang dapat memicu stres berat, sering disertai depresi dan gangguan tidur.
  • Perbedaan: Ditandai dengan titik-titik nyeri khusus di tubuh, kesulitan tidur, serta masalah kognitif. (Healthline/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya