Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari ini, Selasa (9/12), melaporkan cuaca di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan akan didominasi hujan dengan intensitas berbeda, mulai dari hujan petir, hujan ringan hingga sedang, serta kondisi berawan tebal. Berdasarkan keterangan BMKG melalui akun Instagram resminya, untuk kawasan barat Indonesia, hujan disertai petir diprediksi muncul di Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, serta Tanjung Selor.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Serang, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda. Daerah seperti Banda Aceh dan Bandung diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal, sedangkan Tanjungpinang dan Yogyakarta cenderung berawan.
Di wilayah timur, Mamuju dan Kupang menjadi daerah yang diprakirakan mengalami hujan disertai petir. Adapun Kendari dan Merauke berpeluang terkena hujan dengan intensitas sedang. Hujan ringan juga dapat terjadi di berbagai titik lain seperti Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayawijaya. Sementara itu, Denpasar, Mataram, dan Gorontalo berpotensi berawan tebal, Jayapura berawan, dan Manokwari diprediksi berkabut.
Fenomena petir dan badai kerap muncul bersamaan dengan hujan deras. Situasi ini membutuhkan kewaspadaan ekstra agar tidak menimbulkan bahaya, terutama karena sambaran petir dapat menghasilkan tegangan listrik yang sulit dikendalikan.
Untuk tetap aman ketika hujan petir terjadi, berikut berbagai hal yang sebaiknya dihindari. Ini 7 hal yang perlu dihindari saat hujan petir dan badai seperti dilansir dari Antara :
1. Berlindung di bawah pohon
Ketika kilat menyambar pohon, energi listriknya dapat merambat ke tubuh orang yang berteduh di bawahnya. Situasi ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan cedera parah.
2. Berada di area terbuka
Lapangan atau ruang luas lainnya sebaiknya dijauhi ketika terjadi badai petir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyarankan masyarakat untuk tidak beraktivitas di tempat seperti lapangan bola atau taman demi mengurangi risiko tersambar petir.
3. Mandi
Sebisa mungkin tunda aktivitas mandi saat petir berlangsung. Sambaran petir yang menghantam saluran air dapat menjalar melalui pipa dan menimbulkan kejadian fatal.
4. Berada dekat jendela
Walaupun banyak orang menikmati hujan dari balik jendela, aktivitas ini dapat membahayakan. Jendela memiliki bagian logam yang dapat menghantarkan listrik jika petir menyambar di sekitar area tersebut.
5. Menggunakan perangkat elektronik
Penggunaan elektronik saat badai petir berisiko menyebabkan sengatan listrik akibat lonjakan arus. Sistem kelistrikan pada perangkat rumah tangga bisa menjadi jalur hantaran jika terjadi petir.
6. Bersandar pada dinding beton
Walau beton bukan penghantar listrik yang baik, struktur logam di dalamnya dapat menjadi pengantar listrik saat terjadi petir. Menempel pada dinding beton sebaiknya dihindari.
7. Berdekatan dengan tiang listrik
Tiang serta kabel listrik memiliki potensi besar tersambar petir. Saat hujan, air dapat memperluas jalur hantaran listrik, sehingga berada terlalu dekat dengan instalasi listrik dapat meningkatkan risiko sengatan.(M-2)
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved