Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kehutanan atau Menhut Raja Juli mengatakan akan membenahi pengelolaan hutan setelah bencana Sumatra. Sementara itu Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan sekaligus Kepala Pusat Studi Bencana IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, menilai bahwa keberadaan material kayu yang ditemukan di sejumlah lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra menunjukkan indikasi keterlibatan aktivitas manusia. Temuan tersebut, menurutnya, tidak sepenuhnya dapat dijelaskan sebagai kayu lapuk atau hasil runtuhan alami.
Dalam keterangannya, Prof Bambang mengaitkan kondisi ini dengan kasus serupa yang pernah ia tangani beberapa tahun lalu di kawasan lindung Sumatra Utara. Ia menjelaskan bahwa hutan yang masih sehat mampu memecah dan menahan laju air hujan melalui struktur vegetasi yang berlapis.
“Walaupun ada air, dia tidak langsung ke permukaan. Dia jatuh di tajuk, pecah, kemudian sebagian mengalir melalui batang atau stem flow,” kata Prof Bambang, Jumat (5/12).
Ia menambahkan, keberadaan tumbuhan bawah dan serasah memiliki peran vital dalam menyerap air dan menjaga kestabilan ekosistem hutan. Lapisan vegetasi dari tajuk atas hingga lantai hutan, menurutnya, merupakan sistem penyangga alami yang menjaga keseimbangan lingkungan. “Tuhan menciptakan ini tentu saja untuk kebaikan manusia dan lingkungannya,” ujarnya.
Prof Bambang menegaskan bahwa tumbangnya satu atau dua pohon dalam kondisi alami tidak berbahaya bagi kestabilan hutan. “Pohon ini, ya, kalaupun tumbang, itu tidak banyak. Paling hanya satu, dua. Dan itu alami,” tuturnya. Sistem perakaran pohon tua yang kuat tetap mampu menjaga kestabilan tanah, dan ruang kosong akibat tumbangnya pohon akan segera diisi oleh regenerasi spesies baru.
Namun, ia menyoroti perubahan drastis yang terjadi ketika pembalakan liar memasuki kawasan hutan. Gangguan vegetasi menyebabkan kerapatan tajuk menurun dan membuka celah yang meningkatkan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. “Pada kondisi seperti ini, ketika pembalakan liar masuk, maka celah antara tajuk semakin terbuka,” ungkapnya.
Hilangnya fungsi tajuk membuat air hujan jatuh langsung ke permukaan tanah tanpa proses pemecahan alami, sehingga mempercepat erosi dan meningkatkan risiko longsor. Prof Bambang menekankan bahwa material kayu besar yang ditemukan pascabencana bukanlah fenomena alamiah semata, melainkan pertanda kerusakan vegetasi yang dipicu oleh aktivitas manusia. “Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia tersebut,” tegasnya. (H-4)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni angkat bicara soal desakan dirinya mundur. Usulan itu dilontarkan saat rapat Kemenhut dengan Komisi IV DPR RI. Ia juga menuturkan tidak antikritik
ANGGOTA Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, untuk mengundurkan diri dari jabatannya
Penyerahan aset barang rampasan negara ini dilakukan di PT Tinindo Internusa.
Raja Antoni berharap para petani ataupun masyarakat dapat memaksimalkan fungsi perhutanan sosial.
Raja Juli berharap kejadian itu tak terulang lagi lantaran telah menimbulkan kegaduhan di publik.
Pentingnya sertifikat sebagai perlindungan hukum bagi petani. Menurutnya, tanpa kepastian legal, justru ada risiko lahan diambil pihak lain.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Sebagai anggota terbaru koalisi, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia membawa keahlian kelas dunia dalam proyek karbon berbasis hutan dan solusi berbasis alam.
Proses kedatangan Panda hingga akhirnya lahir bayi Panda di Indonesia bukan hal yang singkat, namun melewati 3 kepemimpinan Presiden Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, selama satu tahun terakhir tidak ada satu pun izin baru maupun perpanjangan izin yang dikeluarkan di sektor kehutanan hingga pertanahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved