Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember 2025, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia. Ajang tahunan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah baru transformasi zakat dan filantropi global, khususnya di era teknologi digital yang terus berkembang.
Konferensi bertema Zakat & Philanthropy: Beyond Technology - Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity tersebut akan menghadirkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri, mulai dari otoritas zakat, akademisi, peneliti, pemerintah, hingga organisasi filantropi internasional. Rangkaian kegiatan Iconz 2025 meliputi konferensi internasional, presentasi makalah, peluncuran buku, international workshop, hingga dialogue sessions yang akan melibatkan para pemimpin zakat dunia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir, termasuk Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF).
Ketua Baznas, Noor Achmad, mengatakan Iconz 2025 bukan sekadar forum ilmiah tahunan, melainkan momentum penting untuk merumuskan arah masa depan zakat global dan filantropi di tengah kemajuan teknologi, sekaligus menguatkan posisi Indonesia dalam peta zakat internasional.
“Teknologi memang penting, tapi zakat tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Transformasi digital harus tetap berpihak pada pengentasan kemiskinan dan keadilan sosial,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (4/12).
Lebih lanjut, Noor Achmad mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan hingga analitik data membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga zakat. Meski begitu, ia mengingatkan, misi utama zakat harus tetap menjadi landasan setiap inovasi. “Inovasi tidak boleh membuat kita lupa pada misi zakat, yakni membantu mereka yang membutuhkan,” katanya.
Melalui Iconz 2025, diharapkan terbangun dialog strategis antar pemangku kepentingan, mulai dari lembaga zakat, organisasi filantropi, pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta. Menurut dia, dialog tersebut dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi global, menyusun arah kebijakan, serta mengembangkan model tata kelola zakat dan filantropi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Dengan demikian, zakat dan filantropi tidak hanya menjadi instrumen keagamaan, tetapi juga pilar penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” kata Noor Achmad.
Dia menilai forum internasional seperti Iconz sangat penting dalam menyelaraskan langkah antarnegara dalam tata kelola zakat. Selain itu, forum ini juga akan membahas sejumlah isu bencana dan kemanusiaan yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, maupun di Palestina.
“Saat ini berbagai daerah di Indonesia maupun Palestina sedang dilanda bencana kemanusiaan. Saya berharap forum ini mampu menjadi jembatan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Tak hanya itu, kita juga menyaksikan bagaimana zakat kini menjadi bagian dari percakapan global mengenai shared prosperity. Indonesia harus terus menjadi pusat rujukan dunia dalam inovasi, literasi, dan tata kelola zakat,” tuturnya.
Noor Achmad juga berharap, Iconz 2025 dapat melahirkan rekomendasi strategis yang bisa diadopsi lembaga zakat di berbagai negara. “Dunia membutuhkan model tata kelola zakat yang lebih kuat, inklusif, dan mampu menjawab persoalan multidimensi. ICONZ menjadi ruang konsensus global untuk hal itu,” ujarnya.
“Baznas berharap resolusi tersebut menjadi rujukan internasional dalam penguatan peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dunia,” tandas Noor Achmad. (E-3)
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Baznas memberikan program layanan kesehatan gratis bagi korban penyintas bencana banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved