Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Usut Kayu Gelondongan di Sumatra dengan Citra Satelit

M Iqbal Al Machmudi
04/12/2025 10:16
Usut Kayu Gelondongan di Sumatra dengan Citra Satelit
Ilustrasi(ANTARA/Iggoy el Fitra)

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan penelusuran terhadap gelondongan kayu yang terbawa arus banjir. Ia menyampaikan bahwa Satgas Penertiban Kawasan Hutan telah diturunkan untuk menelusuri dugaan pelanggaran.

"Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit," kata Pratikno dalam keterangannya, Kamis (4/12).

Selain itu, penelusuran juga dilakukan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri yang mengerahkan tim ke sejumlah titik bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Langkah ini diambil untuk menyelidiki dugaan tindak pidana terkait kemunculan kayu gelondongan yang terbawa arus saat bencana terjadi.

Sementara itu, Pratikno menuturkan bahwa meski fokus pemerintah saat ini berada pada penanganan tanggap darurat, skenario rehabilitasi dan rekonstruksi juga mulai dipersiapkan secara paralel.

"Untuk fase tata kelola rehabilitasi dan rekonstruksi juga sudah dikoordinasikan. Lead agency untuk fase darurat tetap BNPB. Fase rehab juga mulai dipersiapkan dengan matang. Target 100 hari dan timeline 1 tahun disiapkan agar publik dapat mengawasi capaian secara terukur," ujarnya.

Untuk bantuan kebutuhan dasar pengungsi, eks Mensesneg tersebut memastikan layanan dasar terus dikirimkan. Lebih dari 500 ribu ton bantuan telah disalurkan berupa paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, dan perlengkapan dasar lainnya.

Penyaluran bantuan juga dilakukan melalui armada udara dan laut untuk menjangkau wilayah yang terisolir seperti Aceh Tamiang dan Langsa. 

"Per kemarin sudah berhasil dilakukan air drop menggunakan CN-295, A-2904, dan C-130J Super Hercules, didukung juga oleh pengiriman logistik melalui jalur laut dengan kapal angkut TNI," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya