Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gus Ipul: Gudang Bulog Sibolga Bukan Dijarah, memang Pembagian

Media Indonesia
02/12/2025 13:23
Gus Ipul: Gudang Bulog Sibolga Bukan Dijarah, memang Pembagian
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).(Antara/ Fakhri Hermansyah)

MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merespons kasus penjarahan Gudang Bulog di Sibolga, Sumatra Utara (Sumut). Mensos juga menegaskan bantuan terus disalurkan untuk masyarakat yang terisolir melalui jalur udara.

 

Di Jakarta, Selasa (2/12), Gus Ipul meluruskan bahwa kejadian di Gudang Bulog Kota Sibolga, Sumut, bukan penjarahan. Berbondong-bondongnya masyarakat ke gudang tersebut karena memang adanya pembagian bantuan untuk para korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

 

“Kan sudah dijelaskan oleh Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahwa itu bukan penjarahan, memang dibagi-bagi ke masyarakat. Kemudian, tentu saat mengirimkan bantuan itu ada kendala-kendala, salah satunya kendala medan berat yang tidak bisa ditempuh dengan mudah. Maka, memerlukan bantuan dari udara, baik itu helikopter maupun pesawat. Semua sudah turun tangan, tetapi ada medan yang memang cukup berat,” kata Gus Ipul.

 

Ia menegaskan, pemerintah sudah mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh – Sumut – Sumatra Barat (Sumbar).

 

“Pemerintah bekerja keras semua, enggak mungkin kita itu membiarkan, tetapi justru usaha keras, bahkan Presiden itu memberikan atensi khusus dan memberikan perintah khusus kepada Panglima TNI, Kapolri, BNPB di bawah koordinasi Kemenko PMK. Jadi, semua turun tangan dan BUMN-BUMN seperti PLN, Pertamina juga turun tangan semua,” paparnya.

 

Besaran Santunan Korban Banjir Bandang

Mensos juga mengemukakan ada bantuan bagi korban yang meninggal dunia berupa santunan Rp15 juta, sedangkan bagi yang luka berat, akan diberikan santunan Rp5 juta. “Ini adalah bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan kita di tengah-tengah bencana,”.

 

Menurutnya, Kemensos terus memperkuat dukungan bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar. Hingga kemarin, Senin (1/12), total nilai bantuan logistik bufferstock yang telah didistribusikan Kemensos untuk tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp14,5 miliar.

 

Selain bantuan logistik bufferstock, Kemensos juga menggerakkan layanan bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar.

 

Layanan dapur umum dan dapur mandiri tersebut menjangkau beberapa titik dengan kapasitas sajian di Sumatera Barat pada 9 titik (Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan) yang melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari. Dapur umum di Sumut terdapat di 12 titik (Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara), melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari; dan Aceh di 7 titik (Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya), melayani sekitar 28.000 bungkus makanan per hari.

 

Berdasarkan data BNPB, jumlah korban banjir bandang di Aceh – Sumut – Sumbar  hingga hari ini tercatat sebanyak 631 jiwa, dengan 472 jiwa dilaporkan hilang. Jumlah korban terluka tercatat sebanyak 2.600 orang, dengan korban yang mengungsi sebanyak 1 juta jiwa. (Ant/M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya