Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pantau OMC Tangani Bencana Sumatra, Kepala BMKG Pimpin Posko di Bandara Kuala Namu

M Iqbal Al Machmudi
30/11/2025 09:26
Pantau OMC Tangani Bencana Sumatra, Kepala BMKG Pimpin Posko di Bandara Kuala Namu
Ilustrasi(Dok BNPB)

PASCABENCANA hidrometeorologi yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus bergerak menyampaikan peringatan dini dan mendukung penanganan pascabencana. 

Hal itu sesuai dengan instruksi tegas Presiden RI Prabowo Subianto bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dasar yang dibutuhkan.

“Doa dan empati kami tujukan kepada keluarga yang kehilangan, serta kepada seluruh warga yang masih menghadapi dampak langsung di lapangan. Kami berkomitmen mendukung operasi tanggap darurat, termasuk penyediaan peringatan dini, analisis risiko cuaca ekstrem, serta dukungan teknis bagi kelancaran pengiriman bantuan dan perlindungan petugas di lapangan,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Minggu (30/11).

BMKG merupakan badan yang memegang mandat penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Maka dari itu, BMKG menjadi bagian penting dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dan bekerja bahu membahu dalam mengantisipasi, merespons, dan menangani bencana yang sedang berlangsung.

Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah (pemda) telah dilakukan dalam rangka mendukung percepatan penanganan pascabencana. BMKG memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah terdampak secara berkala melalui seluruh kanal informasi yang BMKG miliki.

Sebagai bagian dari langkah integrasi nasional dalam operasi tanggap darurat ini, BMKG mengerahkan seluruh sumber daya di tingkat pusat hingga daerah untuk menghadirkan data dan informasi kritis secara cepat, tepat, dan akurat. 

Dengan optimalisasi unit operasional, seluruh data dapat langsung digunakan oleh para pengambil keputusan di lapangan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi BMKG dalam memastikan respons nasional berjalan efektif dan terkoordinasi,” ujarnya.

Untuk memastikan proses operasi tanggap darurat ini, Faisal akan menuju Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kualanamu, Medan, untuk memimpin langsung supervisi di lapangan. Hal ini menjadi penting karena proses OMC yang dilaksanakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus berjalan efektif untuk mengurangi ancaman hujan deras dan cuaca ekstrem.

“Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana.  Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Faisal. 

Pun, BMKG terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala sebagai dukungan terhadap seluruh upaya penanganan bencana yang sedang berjalan.

BMKG memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam penanganan dan penanggulangan bencana. Sinergi dan ketangguhan kolektif ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya