Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaksimalkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan curah hujan di Pulau Jawa. Berdasarkan data BMKG, hujan deras berpotensi masih akan terjadi hingga 7 November 2025 mendatang di sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan Yogyakarta.
Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo di Jakarta, modifikasi cuaca dilakukan sejak awal November melalui posko modifikasi cuaca di Semarang dan Solo, serta posko tambahan di Halim
"Strateginya adalah menjatuhkan hujan di wilayah yang masih mampu menampung, salah satunya waduk atau danau. Hasilnya cukup efektif di Waduk Mrica karena air tertampung dengan baik," ujarnya.
"Prediksi kami menunjukkan 63 persen wilayah Jawa Barat dan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat," kata dia.
BMKG juga terus memantau data radar untuk memastikan pergerakan awan hujan. Adapun kondisi terkini menunjukkan hujan intensitas tinggi mulai melanda sejak pagi hingga sore hari, sementara malam hari relatif melandai.
"OMC ini merupakan kerja kemanusiaan yang dilakukan untuk mengalihkan potensi hujan dari wilayah padat penduduk ke area yang aman seperti waduk," ujarnya. (Ant/H-3)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
Pramono mengatakan, pro dan kontra masyarakat, acap kali terlihat usai mengeluarkan kebijakan, salah satunya penanggulangan banjir yang dijalankan Pemprov DKI.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Menurut dia, pada sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan penyemaian awan dilakukan di wilayah overhead perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000-12.000 kaki.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca tidak hanya difokuskan di wilayah Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah penyangga Jabodetabek
Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030–060 derajat.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved