Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan peringatan tentang potensi peningkatan curah hujan ekstrem di beberapa wilayah Indonesia yang dipicu oleh dinamika atmosfer, termasuk seruak udara dingin yang melintasi ekuator. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan genangan di dataran rendah.
“Kami terus memonitor pemicu peningkatan curah hujan yang saat ini aktif. Selain menjelang puncak musim hujan di beberapa wilayah, ada yang sudah masuk ke puncak musim hujan, diperparah dengan masuknya seruak udara dingin. Kami memonitor peningkatan indeks seruakan yang melintasi ekuator, angkanya semakin meningkat,” jelas Dwikorita, Minggu (22/12).
Dwikorita menyatakan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dalam 2 hingga 7 hari ke depan, meski secara umum potensi ini bisa terus terjadi hingga puncak musim hujan di bulan Januari-Februari. “Fenomena atmosfer yang dinamis dan saling menguatkan membuat kondisi ini perlu terus diantisipasi,” katanya.
Dwikorita juga memberikan peringatan terkait liburan Natal dan Tahun Baru. Gelombang tinggi hingga 4 meter diprediksi terjadi di Samudera Hindia, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas wisata laut di kawasan tersebut.
“Gelombang tinggi di Samudera Hindia bisa mencapai lebih dari 2,5 meter, bahkan pada waktu tertentu hingga 4 meter. Sebaiknya hindari kawasan ini untuk wisata,” ujarnya.
BMKG telah menyediakan informasi prakiraan cuaca real-time melalui aplikasi Info BMKG yang juga terintegrasi dengan jalur transportasi darat, laut, dan udara. “Silakan memonitor perkembangan cuaca di aplikasi kami, mulai dari prakiraan untuk wilayah tertentu hingga jalur transportasi, agar liburan tetap aman,” tambah Dwikorita. (H-2)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved