Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, tampil sebagai pembicara utama secara daring di acara 16th Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Tsunami Disaster Recovery (AIWEST-DR) 2024. Dalam pidatonya, beliau menyoroti pentingnya peringatan dini yang inklusif, adaptif, dan berbasis komunitas dalam menghadapi ancaman tsunami.
Dalam sesi bertajuk "Bridging History and Horizons Towards Sustainable Resilience, Adaptive, and Inclusive World: Commemorating 20 Years of the 2004 Aceh Tsunami," Dwikorita memaparkan upaya strategis untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami.
"Kita harus belajar dari sejarah 20 tahun yang lalu ketika tsunami Samudra Hindia menewaskan lebih dari 200.000 jiwa. Pada saat itu, sistem peringatan dini tidak ada, dan akibatnya, korban jiwa meluas hingga ke pesisir Afrika Timur," ujarnya.
Dwikorita menggarisbawahi peran penting Indonesia sebagai anggota eksekutif World Meteorological Organization (WMO) dan keterlibatan BMKG dalam mendukung program IOC Ocean Decade Tsunami dari UNESCO.
Program ini bertujuan memastikan bahwa semua komunitas berisiko tsunami siap dan tangguh pada tahun 2030. "Kita perlu memperkuat empat pilar utama: pengetahuan risiko bencana, deteksi dan pemantauan, penentuan dan komunikasi peringatan, serta kesiapsiagaan dan tanggapan cepat," jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi internasional dan pertukaran data antarnegara yang belum sepenuhnya optimal. "Masih ada tantangan dalam kerangka hukum dan mekanisme kelembagaan yang menghambat pertukaran data penting, sehingga kita perlu terus memperkuat kerjasama lintas negara," tambahnya.
Kepala BMKG mengapresiasi inisiatif kolaborasi dengan lembaga internasional seperti Tohoku University, serta kerjasama dengan pusat peringatan tsunami di India, Australia, dan Jepang. Selain itu, Dwikorita menekankan bahwa pendekatan berbasis teknologi harus tetap mempertimbangkan kearifan lokal. "Saat teknologi gagal, kearifan lokal bisa menjadi penyelamat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memadukan pengetahuan modern dengan kebijaksanaan lokal, terutama di daerah terpencil," tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, BMKG juga telah meluncurkan panduan ISO untuk implementasi sistem peringatan dini berbasis komunitas. "Kami ingin memastikan bahwa sektor swasta turut terlibat aktif dalam upaya ini, seperti yang telah dilakukan di Bandara Internasional Yogyakarta, yang mampu mengevakuasi ribuan orang dengan efisien," kata Dwikorita.
Acara AIWEST-DR 2024 ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana dan upaya berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana di masa depan. Prof. Dwikorita menutup pidatonya dengan undangan untuk berpartisipasi dalam simposium internasional berikutnya yang akan digelar oleh BMKG dan IOC UNESCO.
"Kolaborasi dan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas lokal, adalah kunci untuk membangun ketahanan yang inklusif dan adaptif di masa depan," tutup Dwikorita. (H-2)
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved