Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IP Trisakti Perkuat Kolaborasi Pendidikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Ficky Ramadhan
25/11/2025 19:46
IP Trisakti Perkuat Kolaborasi Pendidikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Acara "Kiprah Guru dalam Mempersiapkan Generasi Pariwisata Global" IP Trisakti di Jakarta, Selasa, (25/11).(Dok. MI)

INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menggelar kegiatan Apresiasi Mitra Sekolah dan Kerja Sama dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Acara bertema "Kiprah Guru dalam Mempersiapkan Generasi Pariwisata Global" ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi penting antara guru, konselor, orang tua, dan institusi pendidikan tinggi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Institut Pariwisata Trisakti, Novita Widyastuti menekankan bahwa Hari Guru Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk menghargai kontribusi guru yang telah membentuk karakter dan kompetensi generasi bangsa.

"Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi pendidikan, hingga perubahan pola belajar, guru tetap menjadi pilar utama yang menjaga agar proses pendidikan tetap bermakna," kata Novita di Jakarta, Selasa (25/11).

Ia mengatakan, perguruan tinggi akan terus berkomitmen untuk berkolaborasi dengan sekolah dan organisasi profesi pendidikan. Novita menilai, dunia pariwisata bergerak cepat sehingga institusi pendidikan harus selalu adaptif dan inovatif dalam menghadirkan pengalaman belajar.

"Guru adalah fondasi utama dalam membentuk generasi pariwisata yang siap bersaing di tingkat global. Kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi memastikan peserta didik memahami teori sekaligus mampu menjawab kebutuhan nyata industri," ujarnya.

Apresiasi Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Pusat, Ade Riswanto memberikan apresiasi tinggi kepada para pendidik yang turut membangun fondasi sumber daya manusia pariwisata.

"Terima kasih kepada Institut Pariwisata Trisakti yang telah memberikan penghargaan dan dedikasi kepada para guru. Kita menyadari bahwa tanpa guru, sekolah hanyalah gedung, dan masa depan hanyalah kemungkinan yang belum terbentuk," ujar Ade Riswanto.

Ia menekankan bahwa guru kini memegang peran strategis dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif. Guru bukan hanya penyampai pengetahuan, melainkan penumbuh kreativitas, inovasi, karakter, dan kemampuan adaptasi peserta didik.

"Di era ekonomi kreatif, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berani mencoba hal baru sangat dibutuhkan. Dan semua itu dimulai dari ruang-ruang belajar, tempat guru menanamkan kejujuran, etika, keterampilan, imajinasi, hingga cinta tanah air," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru, dosen, dan tenaga pendidik yang telah mencurahkan waktu, kesabaran, serta keteladanan bagi generasi penerus bangsa. Tak lupa apresiasi diberikan kepada orang tua yang terus mendukung pendidikan putra-putrinya.

Sementara itu, Ketua Pusat Divisi Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah (IBKS), Tuti Sukarni menyampaikan bahwa Institut Pariwisata Trisakti telah menjadi mitra strategis yang sangat berarti bagi guru-guru BK se-Indonesia.

Ia menceritakan pengalaman kolaboratif pada liburan Juli lalu, ketika sebanyak 59 guru BK mengikuti seminar dan workshop di atas kapal pesiar dari Jakarta menuju Singapura dan Malaka.

IBKS juga telah melakukan workshop table manual agar guru BK memiliki panduan kerja praktis ketika menjalankan layanan di luar lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, semua harapan kami terwujud berkat dukungan penuh Institut Pariwisata Trisakti. Ini kolaborasi yang sangat berarti," ucap Tuti.

Ekonomi Kreatif dalam Pendidikan Pariwisata

Lebih lanjut, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenekraf, Siam Wahyuni memberikan pandangan strategis mengenai peran guru dalam mengintegrasikan subsektor ekonomi kreatif ke dalam pembelajaran pariwisata.

"Peran guru diharapkan dapat mengintegrasikan subsektor-subsektor ekraf karena potensi ekonominya sangat besar. Guru tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga kesadaran mengenai pariwisata berkelanjutan, ekraf sirkuler, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Siam Wahyuni.

Ia menjelaskan bahwa produk kreatif berbasis destinasi dapat menjadi mesin baru ekonomi. Lima elemen destinasi dapat diperkaya menjadi satu produk wisata yang menarik, berkelanjutan, dan bernilai tambah.

Selain itu, Siam Wahyuni juga menekankan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila negara memiliki generasi yang cerdas, kritis, kreatif, inovatif, dan berani berkarya.

"Doronglah siswa dan mahasiswa untuk terus berkreasi. Kekayaan intelektual akan memberi nilai tambah dari setiap produk yang dihasilkan. Kita harus menciptakan generasi yang sadar lingkungan, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa membentuk generasi unggul bukan hanya tugas guru BK atau guru mata pelajaran tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh ekosistem pendidikan, seperti guru, sekolah, orang tua, perguruan tinggi, hingga pemerintah.

Melalui kegiatan Apresiasi Mitra Sekolah ini, para pemangku kepentingan pendidikan sepakat untuk terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang responsif, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kompetensi guru dan konselor, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan industri, mendukung kesehatan mental siswa dan tenaga pendidik, serta mendorong inovasi dalam pendidikan pariwisata.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk melanjutkan kerja sama lintas institusi demi mempersiapkan generasi emas pariwisata Indonesia yang unggul, berakhlak, dan siap bersaing di tingkat global. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik