Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI antara hijau perkebunan, persawahan dan aliran sungai kecil yang membelah Desa Narimbang, Sumedang Jawa Barat, ratusan siswa SMA Avicenna Jagakarsa tampak bergerak lincah sejak pagi. Ada yang mencatat hasil wawancara dengan tokoh masyarakat, ada yang menata meja untuk layanan pengobatan gratis, bazar sembako murah sementara sebagian lain tengah mempersiapkan sesi dongeng untuk anak-anak desa di PAUD Uswatun Hasanah. Inilah wajah program Avicenna Student Research (ASR) 2025, sebuah rangkaian kegiatan riset dan aksi sosial yang menjadi ruang belajar bermakna bagi para murid.
Dengan tema besar “Mengembangkan Potensi Diri dan Internalisasi Nilai-nilai Kearifan Lokal untuk Penguatan Kepemimpin Masa Depan”, ASR 2025 mengajak siswa untuk mengenali secara langsung potensi lokal, budaya, serta tantangan yang dihadapi masyarakat desa.
Bukan sekadar kunjungan lapangan, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan project based learning yang menuntut siswa untuk menggali data, menganalisis masalah, dan merumuskan solusi yang realistis serta memberikan Solusi untuk berbagai problem sosial.
Salah satu kelompok siswa meneliti potensi UMKM lokal seperti pengolahan produksi krupuk emping dan kerajinan industri kreatif. Ada yang mengeksplorasi kearifan lokal berupatradisi pertanian dan permainan tradisional yang hampir punah. Tak hanya riset, para siswa juga terlibat dalam kegiatan kepedulian sosial: pengobatan gratis, bazar murah, program literasi untuk anak-anak, edukasi pencegahan stunting, hingga revitalisasi permainan tradisional.
“ASR bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang kemanusiaan,” ujar Muqorobin selaku kepala sekolah.
Hal itu tampak saat siswa berinteraksi dengan warga, mengukur tekanan darah para lansia, membacakan buku cerita, hingga ikut beribadah bersama masyarakat setempat. Pengalaman ini memberi mereka kesempatan merasakan nilai religiusitas, empati, dan tanggung jawab sosial secara nyata.
Camat kecamatan Conggeang, Cecep Erwin Sudaryat menyampaikan ucapan terima kasih, dia menekankan manfaat yang diberikan ASR untuk masyarakat Desa Narimbang.
“Kami dari pemerintah kecamatan berharap ASR dapat berlangsung menjadi agenda tahunan dan lebih memberikan manfaatnya kepada seluruh masyarakat,” ujar Cecep Erwin.
“Ini sangat luar biasa, masyallaah kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan tali silatuhrahmi kita tetap terjaga,” tambahnya.
Kegiatan ASR 2025 dapat terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak yaitu orangtua siswa, komite sekolah, Siaga Satu, aparat pemerintah desa, hingga dukungan media massa yang membantu publikasi kegiatan. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan yang kuat lahir dari sinergi semua pihak.
Ketua Komite SMA Avicenna Jagakarsa, Serenada Cintaku berharap agar kegiatan ASR ini dapat memberikan manfaat untuk warga dan memberikan kenangan baik untuk semua murid.
Di akhir kegiatan, tampak jelas perubahan pada para siswa. Mereka menjadi lebih kritis, mandiri, peka terhadap persoalan sosial, sekaligus mampu mencari solusi nyata. Nilai-Nilai kepemimpinan tumbuh secara organik dari proses belajar di lapangan, bukan melalui ceramah, melainkan melalui pengalaman.
Nabil salah satu peserta menuturkan bahwa melalui kegiatan ini dia merasa mendapatkan pengalaman baru dan tantangan bagaimana dapat bertahan dalam kondisi apapun, sehingga setiap potensi diri perlu dioptimalkan untuk menjadi pemimpin masa depan. (H-2)
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved