Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
CERDAS Learning Management System (LMS) meluncurkan aplikasi start up yang menyediakan jasa sistem manajemen pembelajaran end-to-end untuk sekolah.
"Saat ini kami sedang melakukan free trial. Sekitar dua bulan lagi aplikasi ini siap dipasarkan di sekolah-sekolah SD hingga SMA untuk wilayah Jabodetabek," ungkap Founder Cerdas LMS Aldi Imam Wibowo dalam acara peluncuran Cerdas LMS, di Jakarta, hari ini.
Baca juga: Platform Audio Streaming Noice Diakui Sebagai Aplikasi Lokal Kebanggaan Indonesia oleh Google Play
Aldi menjelaskan ide aplikasi ini diperoleh saat dirinya belajar di luar negeri. Saat itu, semua proses kegiatan belajar mengajar sudah tersistem dan sangat membantu guru, orang tua, dan siswa.
"Ide ini sudah tercetus dari 2019, dan baru terealisasi pada tahun ini," ujar Aldi.
Ia mengakui sebelum merealisasikan ide tersebut, pihaknya sudah berdiskusi dengan Ikatan Guru Indonesia.
"Dalam diskusi itu, para guru menyambut teknologi sistem manajemen pembelajaran end-to-end untuk sekolah ini, dan bahkan ada guru yang menanyakan perihal peluncurannya," terang Aldi.
Aldi berharap melalui peluncuran aplikasi tersebut nantinya bisa meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran siswa mulai dari SD hingga SMA.
Baca juga: 7 Aplikasi AI untuk Bantu Pencari Kerja Dapatkan Pekerjaan Impian
Co-Founder Cerdas LMS Raden Aziz Fajar Sazali menambahkan pada platform itu akan membantu kegiatan belajar mengajar antara lain mulai dari absen, pemberian materi pelajaran, tugas, nilai, hingga rapor.
"Pada platform ini juga menyediakan fitur lebih lengkap seperti manajemen silabus, kuis, bank soal, absensi, adjusment score, dan grafik minat untuk mengarahkan minat siswa berdasarkan nilai," jelasnya.
Ia melanjutkan, nantinya bagi sekolah yang berminat disediakan paket-paket berdasarkan jumlah siswa di sekolah tersebut dengan harga sangat terjangkau.
"Mengenai aplikasinya, nantinya bisa diunduh melalui playstore, appstore, dan webdesk," tutup Raden. (S-2)
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Penyedia teknologi seperti berperan membantu organisasi memperkuat monitoring, analitik, dan visibilitas operasional.
Dewan Pers menyoroti perjanjian dagang RI-AS yang berpotensi membuka kepemilikan asing 100% di sektor media dan melemahkan aturan platform digital bagi pers.
Direktur Festival Balinale, Deborah Gabinetti, ditunjuk sebagai juri kompetisi internasional kategori film panjang pada LeFIFA ke-44 pada 12–22 Maret 2026 di Montreal.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi melarang anak di bawah 16 tahun punya akun TikTok, Roblox, hingga YouTube mulai 28 Maret 2026. Simak aturan lengkap PP Tunas di sini!
Penandatanganan perjanjian perdagangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan media nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved