Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC membeberkan manfaat ibu mendapatkan vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) saat masa kehamilan.
"Melakukan vaksinasi selama kehamilan, itu dapat membantu bayi menjadi lebih sehat dalam perjalanan awal kehidupan," kata Nisa, dikutip Jumat (21/11).
Nisa mengatakan bahwa vaksin RSV memberikan manfaat ganda bagi ibu hamil. Pertama, vaksin akan melindungi ibu dari komplikasi pernapasan selama masa kehamilan.
Manfaat yang dapat dirasakan selanjutnya yakni mencegah bayi lahir dalam keadaan prematur atau di bawah usia 38 minggu.
Nisa menekankan bahwa bayi prematur lebih rentan terkena virus atau infeksi. Penanganan yang diberikan nantinya akan jauh lebih kompleks.
"Sudah menjadi rahasia umum mencari rujukan untuk NICU itu susah sekali, jadi belum semua rumah sakit punya, butuh juga dokter konsultan yang menanganinya, dengan profesional juga belum tentu semua rumah sakit ada," ujar pemilik sertifikasi Konsultan Laktasi Internasional (IBCLC) itu.
Vaksin RSV, katanya, juga memberikan imunitas pasif kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya yang paling rentan.
Vaksin yang disuntikkan dalam tubuh ibu akan membentuk antibodi yang bergerak melalui aliran darah menuju plasenta.
Antibodi kemudian dapat sampai pada janin dan memberikan perlindungan sejak bayi pertama kali bernapas.
Nisa turut menekankan bahwa vaksin RSV yang disetujui untuk ibu hamil dapat memberikan perlindungan terhadap RSV-A dan RSV-B. Vaksin juga tidak mengandung virus hidup, sehingga aman diberikan saat kehamilan.
Vaksin RSV merupakan vaksin berbasis protein sub unit bivalen.
Adapun waktu terbaik yang direkomendasikan bagi ibu hamil untuk mengikuti vaksinasi adalah pada usia 28 hingga 36 minggu, yang menjadi periode emas untuk transfer antibodi maksimal dari ibu ke janin sebelum kelahiran.
Efek sampingnya juga bersifat ringan dan sementara seperti nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, sakit kepala dan nyeri otot. Ia menyampaikan vaksin ini sudah tersedia di Indonesia sejak sekitar enam bulan lalu.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Virus ini menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) pada anak-anak di seluruh dunia.
Kejadian infeksi RSV pada bayi baru lahir yang sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit, dikatakan Nisa, paling sering terjadi pada 3 bulan pertama (50%) dan 6 bulan pertama kehidupan bayi baru lahir (di atas 75%). (Ant/Z-1)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Vaksin RSV umumnya diberikan pada ibu hamil usia 32-36 minggu untuk memberikan perlindungan langsung kepada bayi melalui antibodi yang ditransfer melalui plasenta.
Vaksin RSV pada masa kehamilan bisa jadi langkah preventif yang memberi keuntungan besar bagi ibu dan janin.
Penambahan vaksin RSV dilatarbelakangi oleh menurunnya daya tahan tubuh lansia yang rentan terhadap infeksi menular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved