Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Legislator: RUU Keamanan Siber Penting untuk Lindungi Anak dari Ancaman Digital

Akmal Fauzi
19/11/2025 20:47
Legislator: RUU Keamanan Siber Penting untuk Lindungi Anak dari Ancaman Digital
Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin(MI/SUSANTO)

ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, menilai usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Keamanan Siber sebagai langkah penting dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, semakin banyak kasus anak di bawah umur yang terpapar konten digital melalui media sosial hingga gim daring yang mendorong mereka melakukan tindakan yang meresahkan.

TB Hasanuddin menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki kerangka regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Aturan tersebut menegaskan kewajiban adanya izin orang tua bagi anak dalam menggunakan media sosial hingga usia 18 tahun.

“Sekarang tinggal bagaimana pengawasannya di lapangan. Apakah aturan tersebut benar-benar diterapkan dan diawasi dengan baik atau tidak,” ujar TB Hasanuddin, Rabu (19/11).

Terkait dengan pembahasan perlindungan dan keamanan siber di Komisi I DPR RI, ia menegaskan bahwa ruang lingkupnya lebih bersifat teknis. Komisi I membahas hal-hal seperti: Standar keamanan siber nasional, Mekanisme respons atas insiden siber, Penguatan kelembagaan siber, dan Kerja sama internasional dalam bidang keamanan siber.

Ia juga menilai pembatasan usia dan waktu penggunaan media sosial bagi anak memang penting, namun tantangan utamanya justru terletak pada efektivitas pengawasan.

“Pada akhirnya, peran orang tua serta sekolah atau guru sangat menentukan. Pengawasan aktivitas digital anak tidak bisa hanya dibebankan kepada negara. Edukasi dan kontrol dari lingkungan keluarga serta sekolah menjadi kunci,” tegasnya.

Menurutnya, RUU Perlindungan dan Keamanan Siber harus memastikan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, platform digital, orang tua, dan institusi pendidikan untuk melindungi anak dari risiko dunia digital yang semakin kompleks.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya