Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA masih menjadi sasaran empuk bagi serangan siber berupa pencurian data hingga ransomware (perangkat pemeras). Itu diakibatkan oleh tata kelola siber yang buruk dan tampak tak ada perbaikan meski hal tersebut terjadi berulang.
"Secara internasional Indonesia ini menjadi negara kedua di dunia yang menjadi target serangan siber, pencurian data, yang kemudian data tersebut bisa berujung meminta tebusan, ransomware, atau dijual di dark web, atau kemudian dibocorkan kepada masyarakat," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Heru Sutadi saat dihubungi, Sabtu (7/10).
Dia menilai salah satu maraknya peretasan hingga penyusupan siber dilakukan di sektor keuangan dan perbankan. Pasalnya sektor ini merupakan tempat mengalirnya uang dan para peretas menganggap akan lebih mudah mendapatkan tebusan.
Itu kemudian diikuti oleh aplikasi atau situs milik pemerintah lainnya yang terkait dengan data-data masyarakat, mulai dari kesehatan hingga regulasi yang disusun oleh pengambil kebijakan. Sayangnya, kata Heru, tak ada upaya konkret yang diambil Indonesia.
Padahal masifnya serangan siber di Tanah Air secara jelas mengindikasikan tata kelola keamanan siber dan data di Indonesia cukup lemah. "Tata kelola keamanan siber, tata kelola keamanan data di Indonesia masih perlu diperbaiki, alias belum baik, secara kasar ya enggak beres. Sehingga perlu perbaikan, strategi baru bagaimana menghadapi serangan siber ini," jelas Heru.
Pihak yang diretas, baik milik pemerintah atau swasta juga tak pernah mendapatkan sanksi. Padahal di negara lain, serangan siber dianggap sebagai serangan terhadap kedaulatan negara dan segera dilakukan penanganan secara serius.
Sebaliknya, kata Heru, serangan siber di Indonesia justru dianggap enteng. "Ketika ada serangan siber, selalu dikatakan sistem sedang dalam pemeliharaan, atau peretasan tidak terjadi. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa," tuturnya.
"Padahal terjadi ransomware, pencurian data, dan parahnya lagi tidak ada sanksi terhadap penyelenggara sistem elektronik, termasuk pemerintah atau swasta yang datanya bocor. Padahal itu kan mereka memiliki tanggung jawab sesuai dengan UU ITE, termasuk UU perlindungan data pribadi untuk melindungi data masyarakat," sambung Heru. (Z-8)
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
CLOUDFLARE kembali mengalami down atau gangguan layanan yang berdampak pada zoom dan linkedin. Gangguan itu bukan akibat serangan siber melainkan sistem internal
Tim Riset Global Kaspersky menemukan bukti keterkaitan Memento Labs dengan kampanye spionase siber ForumTroll yang memanfaatkan celah zero-day di Google Chrome.
Discord alami kebocoran data besar yang memengaruhi dokumen identitas pengguna. Sistem dukungan disusupi untuk mencuri dan memeras data pribadi.
Serangan siber melumpuhkan sistem check-in di bandara besar Eropa seperti Heathrow dan Brussels.
Pelajari cara menghindari phishing di Gmail dengan tips keamanan: kenali ciri email, aktifkan 2FA, gunakan fitur Google, dan lindungi akun dari serangan siber.
RUU Keamanan Siber dinilai penting untuk menutup celah pengawasan aktivitas digital anak
Dengan integrasi ini, ARIA menjanjikan perlindungan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap berbagai ancaman siber.
BSSN mencatat sejak 26 Oktober 2023 tercatat setidaknya terdapat 361 juta anomali traffic atau yang bisa dikatakan sebagai serangan siber ke Indonesia.
KEDAULATAN negara bukan hanya seputar garis demarkasi wilayah teritorial sebuah negara dengan negara tetangga.
Pesatnya perkembangan teknologi digital tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat. Di sisi lain, itu juga membawa ancaman bagi siapa saja yang tidak berhati-hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved