Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Minta Waspadai Cuaca Ekstrem Akibat Dua Siklon Tropis Ini 

Atalya Puspa    
17/11/2025 10:43
BMKG Minta Waspadai Cuaca Ekstrem Akibat Dua Siklon Tropis Ini 
Siklon Tropis Ellie Picu Angin kencang dan Gelombang Tinggi di NTT(Dok.BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya dua Bibit Siklon Tropis, 97S dan 98S, yang tengah aktif di dekat wilayah Indonesia yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Meski keduanya memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan, dampaknya dinilai tetap signifikan dalam meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, bibit 97S teridentifikasi berada di sekitar 11.8°LS dan 120.8°BT. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1009 hPa di pusat sirkulasinya. 

“Namun demikian, bibit 97S berpotensi memberikan dampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan gelombang di perairan Indonesia,” ujar Guswanto.

Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur, sementara hujan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Angin kencang juga berpotensi melanda NTT dan NTB, yang turut memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, perairan selatan Jawa hingga NTT, Selat Bali bagian selatan hingga Selat Sumba bagian barat, serta Laut Sawu hingga 16 November 2025.

Bibit Siklon Tropis 98S juga terpantau aktif sejak 15 November 2025 di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Berdasarkan pemantauan terbaru, sistem ini berada di sekitar 8.2°LS dan 101.4°BT dengan kecepatan angin maksimum 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam, serta tekanan minimum 1007 hPa.

Seperti 97S, sistem 98S juga berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Angin kencang berpotensi terjadi di wilayah tersebut, khususnya di bagian selatan. 

Potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, perairan barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Gelombang kategori tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan serta memperbarui informasi prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya