Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kini menghadapi ancaman serius terkait diabetes. Lebih dari 20,4 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia menurut IDF Diabetes Atlas 2025. Lonjakan ini menunjukkan penyakit ini tak lagi hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga kelompok produktif yang kian rentan akibat pola hidup tidak sehat.
Kondisi ini diperburuk minimnya pemeriksaan rutin, sehingga banyak kasus baru ditemukan ketika komplikasi sudah muncul. Hal tersebut selaras dengan pengalaman tenaga kesehatan di lapangan yang sering menemukan pasien datang pada tahap lanjut.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Herry Nursetiyanto, menjelaskan pemaparannya mengenai penyakit kadar gula darah tinggi ini. Hadir dalam kegiatan edukasi di RS Puri Cinere, dirinya mengingatkan diabetes bukan hanya penyakit kronis biasa, tetapi memiliki karakter yang sulit disadari sejak awal.
“Diabetes dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga terjadi komplikasi serius," jelas Herry dalam pemaparannya, Sabtu (15/11/2025).
Peringatan ini sejalan dengan penjelasan dokter spesialis gizi klinik, dr Kartika Soekarahmita. Kartika menyoroti bagaimana kasus diabetes terus meningkat. Ia menyebutkan hasil penelitian nasional menunjukkan kenaikan signifikan, termasuk tingginya prevalensi hingga 11,7% tahun 2023, yang menandakan risiko diabetes semakin meluas bahkan pada kelompok usia muda.
“Salah satunya tadi, berat badan yang berlebih… lalu kalau makan yang tidak baik dan tidak suka bergerak atau tidak aktif,” ujarnya saat menghadiri acara yang sama.
Dr. Kartika menjelaskan faktor risiko tidak hanya datang dari konsumsi gula berlebihan. Pola makan tinggi karbohidrat sederhana, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan kualitas tidur yang buruk juga berpengaruh.
“Kalau kita makan makanan yang indeks glikemiknya tinggi… gula darahnya tetap naik. Dan kalau dikonsumsi jangka panjang akhirnya terjadi resistensi insulin,” ujarnya.
Resistensi insulin merupkan kondisi di mana sel-sel tubuh (otot, lemak, hati) menjadi kurang responsif atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Sedangkan insulin, merupakan salah satu hormon pada tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah. Sehingga, apabila resistensi insulin ini terjadi glukosa dari darah sulit masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi, sehingga kadar gula darah meningkat. Ini yang menjadi pemicu diabetes.
Salah satu pencegahan diabetees ialah deteksi dini. Deteksi dini bisa dilkakukan di Rumah Sakit atau layanan kesehatan lainnya. Di RS Puri Cinere melalui layanan Wellness and Diabetic Hub, bisa melakukan pemeriksaan.
Wellness and Diabetic Hub merupakan sebuah pusat layanan terpadu yang menawakan pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Beberapa layanan yang dapat diakses di antaranya:
Setiap hari 50 pasien bisa memeriksa gula darah secara gratis. “Di sana bapak ibu setiap harinya boleh berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara gratis, dan boleh melakukan pengecekan gula darah gratis setiap harinya,” ujar Direktur RS Puri Cinere, dr. Putri Nadia.
Program ini terbuka bukan hanya untuk pasien dengan diabetes, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mencegah, memantau kondisi kesehatan, atau melakukan deteksi dini. (Diabetes Atlas/Z-2)
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Tingginya angka ini menunjukkan betapa berbahayanya diabetes, terutama bagi anak muda, yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan serius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved