Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenkes Beri Penghargaan ke Pemprov Kaltim karena Sukses Tekan Stunting

Rahmatul Fajri
12/11/2025 22:56
Kemenkes Beri Penghargaan ke Pemprov Kaltim karena Sukses Tekan Stunting
Pemprov Kaltim menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan.(Pemprov Kaltim)

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh 12 November 2025, Kementerian Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting serta memberikan penghargaan kepada daerah yang sukses menurunkan stunting. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam Rakornas tersebut menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional menjadi 14,2% pada 2029.

“Kuncinya ada pada sinergi antara pusat dan daerah,” ujar Gibran, melalui keterangannya, Rabu (12/11).

Pada tahun 2025 ini, Provinsi Kalimantan Timur berhasil mendapat penghargaan Provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik dan Provinsi dengan Prevalensi Stunting Terendah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menerima langsung penghargaan ini dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, kawasan Kuningan, Rabu (12/11). Rudy mengaku angka stunting di wilayahnya saat ini telah terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional. Ia berjanji akan terus menjaganya agar angka stunting di Kaltim terus di bawah rata-rata.

“Acara hari ini soal penurunan stunting secara nasional. Kata pak wapres penurunan stunting tahun ini sudah baik. Seluruh kabupaten kota dan provinsi akan bahu membahu dengan pemerintah pusat. MBG sangat memberikan dukungan untuk bisa menurunkan stunting juga posyandu-posyandu," kata Rudy, melalui keterangannya, Rabu (12/11).

"Kami menerima penghargaan ini dari Kemenkes karena kami bisa melakukan pencegahan stunting baik yang terbaik maupun yang terendah,” ujar Rudy.

Meski meraih penghargaan, Rudy tak mau cepat puas. Dia akan terus melakukan penguatan agar Kaltim bisa sukses dalam urusan stunting ini di tahun-tahun mendatang.

“Diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor serta konsistensi program intervensi gizi di setiap daerah. Pastinya dengan MBG dan Posyandu akan diberdayakan. Termasuk memberikan penyuluhan pernikahan dini itu bisa dicegah dan remaja putri diberikan zat besi agar menghasilkan generasi-generasi yang sehat. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik