Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PREVALENSI stunting pada kelompok Kuintil 1 (Q1) atau yang relatif miskin jauh lebih tinggi. Pada Q1 sekitar 26%, sementara di kelompok Kuintil 5 (Q5) atau kelompok yang relatif lebih kaya hanya 13%.
"Ini mengindikasi bahwa anak-anak yang lahir dari keluarga sosial ekonomi Q1 memiliki risiko stunting 2 kali lebih besar dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dari Q5," kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Asnawi Abdullah dalam konferensi pers Hasil Survei Status Gizi Indonesia, Kamis (5/6).
Maka ini menjadi tantangan pemerintah apabila ingin menurunkan angka stunting di masa yang akan datang. Perhatian pemerintah juga harus lebih terfokus pada Q1 dan Q2 yang resiko mengalami stunting lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kuintil lain.
"Ini juga memberikan gambaran mengindikasikan bahwa 3 dari 10 balita pada keluarga miskin memiliki peluang mengalami stunting dibandingkan dengan Q5 sosial ekonominya relatif lebih baik," ungkap Asnawi.
Diketahui angka stunting pada 2024 turun menjadi 19,8% atau masih ada sekitar 4,4 juta balita yang masih mengalami stunting. Namun pada angka tersebut dinilai jauh lebih baik 1,7% dibandingkan dengan prevalensi stunting di tahun 2023 yang jumlahnya 21,5%.
Apabila dibandingkan tahun 2024 dengan 2023 maka stunting berhasil diturunkan dari 4,8 juta menjadi 4,4 juta atau berhasil menurun 357.705 balita.
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Riset terbaru mengungkap 16% balita masih mengalami gejala gegar otak setahun setelah cedera.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Pemerintah Kota Pekalongan berharap langkah intervensi terhadap tengkes yakni masalah gangguan pertumbuhan tubuh tersebut tersebut dapat menjaring 1.330 keluarga berisiko tengkes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved