Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Texas A&M Ungkap Potensi Astatine-211, Isotop Langka untuk Terapi Kanker Presisi

Thalatie K Yani
12/11/2025 09:42
Texas A&M Ungkap Potensi Astatine-211, Isotop Langka untuk Terapi Kanker Presisi
Ilustrasi(freepik)

ILMUWAN di Texas A&M University berhasil membuka potensi baru dari astatine-211 (At-211), unsur langka yang kini disebut sebagai salah satu kandidat paling menjanjikan untuk terapi kanker bertarget. Isotop ini mampu menghancurkan sel tumor dengan presisi tinggi melalui emisi partikel alfa, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Astatine merupakan unsur paling langka di Bumi dan hanya ada dalam jumlah sangat kecil di alam. Sesuai dengan asal katanya dalam bahasa Yunani yang berarti “tidak stabil,” unsur ini hanya bertahan dalam waktu singkat. Namun, tim peneliti Texas A&M menemukan cara untuk memproduksi, memisahkan, dan mengirimkan At-211, yang meski memiliki waktu paruh hanya 7,2 jam, menunjukkan hasil menjanjikan dalam pengobatan kanker.

“Terapi alfa bertarget merupakan pendekatan potensial yang dapat mengubah pengobatan kanker berkat kemampuannya menghancurkan sel tumor tanpa merusak jaringan sehat dan organ di sekitarnya,” ujar Dr. Sherry J. Yennello, Profesor Kimia sekaligus Direktur Cyclotron Institute Texas A&M. “Kami termasuk sedikit pusat di AS yang mampu memproduksi astatine dalam jumlah medis yang relevan dan mengirimkannya ke fasilitas penelitian lain,” tambahnya.

Isotop “Goldilocks” untuk Terapi Kanker

At-211 dijuluki sebagai “Goldilocks isotope” karena menghasilkan dosis radiasi yang “pas”, cukup kuat membunuh sel kanker, namun tetap aman bagi jaringan sehat. Penelitian menunjukkan isotop ini berpotensi efektif untuk mengobati kanker darah, kanker ovarium, dan tumor otak.

Ketika At-211 meluruh, ia memancarkan partikel alfa, gugus kecil yang terdiri atas dua proton dan dua neutron, yang hanya menembus jaringan dalam jarak sangat pendek. Hal ini memungkinkan energi dilepaskan tepat di area tumor tanpa merusak organ lain. Waktu paruh yang singkat juga menjadikannya lebih aman dibanding isotop radioaktif lain, karena cepat kehilangan sifat radioaktifnya.

Terobosan Produksi dan Distribusi

Texas A&M juga menciptakan sistem otomatis untuk memisahkan dan mengirimkan At-211 dengan lebih efisien. Teknologi yang masih dalam tahap paten ini mampu mempercepat pemurnian isotop dan mengurangi risiko peluruhan selama pengiriman. Sejauh ini, MD Anderson Cancer Center dan University of Alabama at Birmingham telah menerima puluhan batch At-211 untuk penelitian lanjutan.

“Ketersediaan astatine-211 masih menjadi tantangan utama dalam memaksimalkan potensinya bagi dunia medis,” ujar Yennello. “Namun, kemajuan yang kami capai di Texas A&M akan menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan itu.”

Kolaborasi dan Penelitian Global

Yennello bersama Dr. Federica Pisaneschi dari University of Texas Health Science Center akan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam World Astatine Community Meeting 2025 di New Orleans. Mereka akan membahas pengalaman produksi, pengiriman, dan penerapan At-211 di dunia medis.

Meski uji klinis manusia masih pada tahap awal, penelitian terhadap At-211 telah menarik perhatian ilmuwan di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. “Saya menantikan untuk berbagi kesuksesan Texas A&M sekaligus mempelajari kemajuan global dalam memahami potensi isotop ini di bidang onkologi,” pungkas Yennello. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya