Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inilah Isi Kerja Sama Universitas Al Azhar Kairo dengan Indonesia soal Peresmian Prodi Bahasa Indonesia

Abdul Kohar, Laporan dari Kairo, Mesir
08/11/2025 20:19
Inilah Isi Kerja Sama Universitas Al Azhar Kairo dengan Indonesia soal Peresmian Prodi Bahasa Indonesia
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kiri) dan Rektor Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, Prof Dr Syaikh Salamah Daud menandatangani MoU peresmian prodi Bahasa Indonesia Universitas Al Azhar, Kamis (6/11). Ada 350 mahasiswa baru yang tergabung di prodi bahasa Indonesi(MI/ABDUL KOHAR)

BAHASA Indonesia kembali menorehkan sejarah. Setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai bahasa yang digunakan secara resmi dalam sidang-sidang UNESCO (ditandai dengan penyampaian National Statement atau pidato dalam bahasa Indonesia oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti), kali ini bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai program studi di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Aktor yang menandai sejarah pun sama, yakni Mendikdasmen Mu'ti Ali. Bersama dengan Rektor Al Azhar Kairo Prof Dr Salamah Daud, Mendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) pada Kamis (6/11), atau dua hari setelah pidato Mu'ti di Konferensi Umum Ke-43 di Samarkand, Uzbekistan.

Rektor Al Azhar Salamah Daud menilai peresmian prodi itu merupakan sejarah penting bagi Indonesia dan kampus tertua di dunia itu. Syaikh Salamah menginginkan agar prodi bahasa Indonesia di Al Azhar bisa berkelanjutan, tidak bubar di tengah jalan karena ketiadaan pengajar atau sepinya peminat.

"Seperti yang pernah terjadi dengan prodi bahasa Jepang di Al Azhar ini, yang akhirnya kami hentikan karena tidak ada dosen dan tidak ada yang berminat mempelajari bahasa Jepang," papar Salamah.

Namun, soal peminat, Salamah yakin bahwa peminat prodi bahasa Indonesia di kampus yang ia pimpin sangat besar. "Seperti ketika kami buka prodi saat ini, peminatnya 350 mahasiswa. Ini suatu situasi yang membuat kita semua optimistis. Tinggal bagaimana ketersediaan tenaga dosennya," paparnya.

Banyaknya mahasiswa dan warga asal Indonesia di Al Azhar dan di Mesir secara keseluruhan membuat minat orang Mesir untuk belajar bahasa Indonesia sangat tinggi. Hingga kini tercatat lebih dari tiga ribu mahasiswa Indonesia berkuliah di Mesir, termasuk di Al Azhar. 

TANGGAPAN ABDUL MU'TI

Saat menanggapi hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti berjanji akan mengurus kebutuhan tenaga kerja itu dengan KBRI di Kairo serta dengan Badan Bahasa Kemendikdasmen. "Kami memiliki program BIPA, Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, yang dikola oleh Badan Bahasa di 57 negara di dunia. Itu merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia," papar Abdul Mu'ti dalam penandatanganan MoU didampingi Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf dan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin.

"Kami menyadari bahwa bahasa bukan alat komunikasi belaka. Bahasa merupakan jembatan yang menghubungkan antarmanusia, antarbangsa, dan antarkebudayaan. Bahasa juga menjadi sarana kerja sama di bidang ekonomi karena bisa digunakan untuk mempererat perdagangan. Karena itulah kami hadir di universitas yang amat bersejarah ini," Mu'ti menambahkan.

BADAN BAHASA SIAP

Baik Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan amanat menjaga kelangsungan prodi bahasa Indonesia di Al Azhar tersebut. "Ini merupakan momentum bersejarah yang harus dijaga. Apa yang terjadi di UNESCO kemarin maupun di Umiversitas Al Azhar Kairo hari ini merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti dijaga kelangsungannya," tandas Hafidz.

Ia lalu menceritakan mengapa bahasa Indonesia sampai diakui sebagai bahasa kesepuluh yang digunakan dalam sidang-sidang UNESCO. Beberapa alasan penting itu, Hafidz menjelaskan, ialah bahasa Indonesia telah menjadi bahasa persatuan yang dijunjung tinggi oleh para pemuda dalam Sumpah Pemuda di tahun 1928 yang menjadi tonggak kedaulatan bahasa Indonesia menuju  kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Kedua, bahasa Indonesia menunjukkan diri sebagai bahasa besar yang terus dikembangkan, sebagai bahasa pergaulan yang menjembatani komunikasi antaretnis di seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi rumah bagi lebih dari 1.340 kelompok etnis serta 718 bahasa daerah yang beragam. "Alasan ketiga, bahasa Indonesia telah dituturkan oleh lebih dari 275 juta penutur di Indonesia, dan juga diajarkan di 56 negara mencapai 170 ribu pemelajar, serta  dituturkan 3,3% penduduk dunia," Hafidz menjelaskan.

KBRI MESIR SEGERA TINDAKLANJUTI 

Sementara itu, Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti MoU antara Kemendikdasmen dan Universitas Al Azhar tersebut. "Di sini ada Pak Muta'ali (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir Abdul Muta'ali) dan tim yang sudah bekerja keras selama lebih dari satu tahun terakhir untuk mewujudkan berdirinya prodi bahasa Indonesia ini," papar penerima penghargaan dari Badan Bahasa pada 27 Oktober lalu, tersebut.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir Abdul Muta'ali, sebenarnya sudah sejak 2016 bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pilihan di Fakulyas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar Kairo. "Namun, sejak awal 2024, mata kuliah ini nyaris ditutup. Kami lalu memhanalisis berbagai kemungkinan. Hasil analisis kami, bahasa Indonesia harus dinaikkan levelnya dari sekadar mata kuliah pilihan menjadi program studi tersendiri," paparnya.

Ia dan tim KBRI lalu berkoordinasi dengan pihak dekan Fakultas Bahasa dan Terjemahan, senat fakultas, Rektor Al Azhar, presentasi di depan senat Universitas Al Azhar, bahkan hingga negosiasi dengan Grand Syeikh Al Azhar (GSA) Dr Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyeeb selama satu tahun lebih. Setelah melalui jalan berliku turunlah Keputusan Majelis Tinggi Al Azhar Nomor 343 tanggal 12 Juli 2025 yang berisi diizinkannya pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar tahun akademik 2025/2026. 

Puncaknya terjadi pada 6 November 2025 dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama yang diteken Mendikdasmen Abdul Mu'ti mewakili pemerintah Indonesia dan Rektor Prof Dr Syaikh Salamah Daud mewakili Universitas Al Azhar.

Berikut isi pokok-pokok perjanjian kerja sama tersebut:

Sebagian Poin-Poin Kerja Sama Pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir:

  1. Menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan kegiatan akademoik lainnya.
  2. Mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia.
  3. Bertukar dan menerjemahkan buku-buku tentang Indonesia dan Mesir.
  4. Pertukaran ahli dari kedua negara.
  5. Melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir.
  6. Menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia.

(M-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik