Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ini Alasan Anak Mudah Terdistraksi: Bukan Sekadar Rasa Ingin Tahu, tapi Soal Daya Ingat

Thalatie K Yani
07/11/2025 10:50
Ini Alasan Anak Mudah Terdistraksi: Bukan Sekadar Rasa Ingin Tahu, tapi Soal Daya Ingat
Ilustrasi(freepik)

ANAK-anak dikenal mudah terdistraksi. Mereka sering berpindah dari satu hal ke hal lain tanpa menyelesaikan yang sebelumnya, seolah sulit mempertahankan fokus. Namun, penelitian terbaru menunjukkan penyebab utamanya bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan kemampuan memori kerja (working memory) yang belum berkembang sempurna.

Tim peneliti dari Ohio State University (OSU) menemukan ketika orang dewasa “dipaksa” untuk berpikir seperti anak-anak, mereka menunjukkan perilaku yang sama. Di mana mereka mudah teralihkan dan sering mengganti fokus.

“Kami membuat orang dewasa sulit berkonsentrasi dengan memenuhi memori kerja mereka menggunakan hal-hal yang tidak relevan dengan tugas utama,” jelas Vladimir Sloutsky, profesor psikologi di OSU. “Ketika itu terjadi, mereka mulai mengeksplorasi secara berlebihan dan menyebarkan perhatian seperti anak-anak.”

Uji Eksperimen: Permainan Alien dan Permen Virtual

Dalam eksperimen tersebut, 40 anak berusia 5 tahun dan 71 orang dewasa diminta memainkan permainan komputer untuk mengumpulkan permen virtual dari empat makhluk alien. Setiap alien memberi jumlah permen yang berbeda, 1, 2, 3, atau 10 buah, tanpa diketahui para pemain sebelumnya. Tujuannya sederhana: kumpulkan sebanyak mungkin permen.

Beberapa peserta dewasa mendapat tantangan tambahan berupa tugas memantau deretan angka dan menyebutkan angka kedua setiap kali muncul dua angka ganjil berturut-turut. Tugas ini dirancang untuk membebani memori kerja mereka.

Hasilnya, meski sebagian besar peserta tetap mampu menemukan alien dengan hadiah terbanyak, pola perhatian mereka berubah drastis.

“Seperti anak-anak, perhatian yang tersebar ini tetap muncul meski tingkat akurasi mereka tinggi,” kata Qianqian Wan, peneliti pascadoktoral sekaligus penulis utama studi tersebut.

Anak Tetap Belajar, Meski Terdistraksi

Menariknya, meskipun anak-anak tampak lebih sering mengganti pilihan dan lebih lambat menetapkan strategi terbaik, mereka tetap mampu belajar dan mengenali alien pemberi hadiah terbesar.

“Anak-anak cenderung lebih lama menetap pada pilihan terbaik dan lebih sering berpindah dibanding orang dewasa,” ujar Wan. “Namun, ketika orang dewasa dibebani tugas tambahan, mereka mulai berperilaku seperti anak-anak, tidak fokus pada pilihan paling menguntungkan.”

Memori Kerja Kunci Fokus dan Perhatian

Peneliti menjelaskan bahwa memori kerja bukan hanya tempat menyimpan informasi sementara, tetapi juga alat pengarah perhatian. Dalam otak orang dewasa, sistem ini membentuk “peta perhatian” yang membantu menentukan hal mana yang penting untuk difokuskan.

“Jika sumber daya memori kerja terbatas, peta ini sulit terbentuk dan dipertahankan,” tambah Wan. “Akibatnya, perhatian harus diperluas untuk mengompensasi ketidakpastian.”

Cara Otak Anak Bekerja Berbeda

Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku anak yang tampak “mudah terdistraksi” sebenarnya merupakan bagian alami dari perkembangan otak. Bahkan, kecenderungan mereka untuk mengeksplorasi lebih luas bisa menjadi keuntungan dalam belajar, membuat mereka lebih fleksibel dan peka terhadap detail yang terlewat orang dewasa.

“Temuan ini dapat membantu merancang strategi pembelajaran yang selaras dengan kecenderungan alami anak dalam belajar,” tutup Wan. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya