Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polemik Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Muhadjir Sebut Soekarno dan Soeharto Kader Muhammadiyah

Despian Nurhidayat
07/11/2025 09:16
Polemik Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Muhadjir Sebut Soekarno dan Soeharto Kader Muhammadiyah
Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan atlet peraih medali dalam Asian Para Games (AiPG) Hangzhou 2022(Widjajadi/MI)

KETUA PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menjelaskan alasan pihaknya mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 Soeharto. Menurutnya itu karena jasa Soeharto pada negara. Selain itu, Soeharto disebut 'kader' Muhammadiyah.

"Dari PP Muhammadiyah sudah disampaikan oleh Pak Dadang (Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah), Muhammadiyah intinya mendukung penuh pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto," kata Muhadjir baru-baru ini. 

Pada 2012, kata Muhadjir, Muhammadiyah menyampaikan sikap serupa ketika usulan gelar Pahlawan Nasional disematkan pada Soeharto. 

"Tidak ada satu pun orang yang bisa memungkiri andil Pak Harto terhadap bangsa Indonesia. Sama halnya dengan Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno)," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengajak berbagai pihak menghormati jasa-jasa pemimpin terdahulu. Selain itu, ia mengatakan Soekarno dan Soeharto memiliki hubungan sejarah dengan Muhammadiyah yakni membuka Muktamar Muhammadiyah ke-43 di Banda Aceh pada 1995. Sedangkan Soekarno menjadi Ketua Dewan Pengajaran Muhammadiyah saat diasingkan di Bengkulu oleh pemerintah kolonial.

"Keduanya adalah kader Muhammadiyah. Dengan jasa sebesar itu, sangat layak bila Pak Harto diberi gelar Pahlawan Nasional," ucap Muhadjir.

Muhadjir juga menuturkan meskipun ada polemik soal pemberian gelar pahlawan nasional bagi Soeharto, tetapi sosok Soeharto menurutnya berkontribusi bagi negara misalnya saat Operasi Mandala dan masa perjuangan kemerdekaan RI.

"Kalau Bung Karno penggali Pancasila, maka Pak Harto-lah yang menegakkannya sebagai satu-satunya asas," katanya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik