Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah mengkaji nama-nama tokoh yang diusulkan sebagai calon peraih gelar pahlawan nasional tahun ini. Terdapat 40 nama yang diusulkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), salah satunya Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Usulan gelar pahlawan nasional Soeharto itu menuai berbagai kritikan dari masyarakat. Gelar pahlawan nasional untuk Soeharto disebut mencederai reformasi.
Calon-calon lain yang namanya muncul sebagai calon peraih gelar pahlawan nasional tahun ini dianggap lebih pantas mendapatkan gelar kehormatan tersebut. Lalu siapa saja nama yang muncul sebagai calon peraih gelar pahlawan nasional?
1. Buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, Marsinah,
2. Presiden RI ke-2 Soeharto (Jawa Tengah),
3. Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Jawa Timur),
4. Syaikhona Muhammad Kholil;
5. Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri;
6. KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang;
7. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan)
8. Jenderal TNI Purn. Ali Sadikin (Jakarta).
9. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur),
10. H.M. Sanusi (Jawa Timur),
11. K.H Bisri Syansuri (Jawa Timur),
12. H.B Jassin (Gorontalo),
13. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat),
14. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat),
15. H. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur),
16. dr. Kariadi (Jawa Tengah),
17. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesomo (Jawa Tengah).
18. Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah),
19. Raden Soeprapto (Jawa Tengah),
20. Mochamad Moeffreni Moemin (Jakarta),
21. KH Sholeh Iskandar (Jawa Barat),
22. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat),
23. Zainal Abidin Syah (Maluku Utara),
24. Gerrit Agustinus Siwabessy (Maluku),
25. Chatib Sulaiman (Sumatera Barat),
26. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah)
Itulah beberapa nama yang masuk dalam 40 tokoh yang diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional tahun ini. (H-3)
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Idrus menegaskan bahwa momentum ini sebaiknya dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan reformasi dan memperbaiki kekurangan.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
Idrus menegaskan bahwa momentum ini sebaiknya dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan reformasi dan memperbaiki kekurangan.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Politisi PDIP Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Soeharto usai menyebutnya pembunuh jutaan rakyat
KNPI menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto.
Tutut Soeharto menilai pro-kontra pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada ayahandanya, Soeharto, sebagai hal wajar. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
PVRI menilai keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Soeharto sebagai skandal politik terbesar di era Reformasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved