Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine mengungkap satu kali jalan kaki dalam durasi lebih lama setiap hari lebih bermanfaat bagi kesehatan jantung, dibandingkan beberapa kali jalan pendek.
Peneliti menyebut jalan kaki tanpa henti selama minimal 15 menit, atau sekitar 1.500 langkah berturut-turut, memberikan efek lebih besar bagi kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang tidak banyak berolahraga.
Selama ini, banyak orang menargetkan 10.000 langkah per hari. Namun angka itu sebenarnya berasal dari iklan pedometer di Jepang, bukan hasil penelitian ilmiah. Meski begitu, para ahli sepakat semakin banyak langkah umumnya semakin baik untuk kesehatan.
Penelitian ini melibatkan 33.560 orang dewasa berusia 40-79 tahun di Inggris yang rata-rata berjalan kurang dari 8.000 langkah per hari. Peserta dibagi dalam empat kelompok berdasarkan durasi jalan kaki mereka:
Selama delapan tahun, para peneliti dari University of Sydney dan Universidad Europea di Spanyol memantau kondisi kesehatan para peserta. Hasilnya, mereka yang berjalan lebih lama dalam satu waktu memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah dibandingkan yang sering berjalan dalam durasi pendek.
Bahkan di antara kelompok paling tidak aktif, yang berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari, jalan kaki lebih lama terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian secara signifikan.
Meskipun belum dapat dipastikan apakah mereka yang berjalan lebih lama sudah lebih bugar sejak awal. Peneliti telah memperhitungkan faktor risiko seperti kebiasaan merokok, obesitas, dan kadar kolesterol.
“Selama ini kita lebih fokus pada jumlah langkah atau total aktivitas, namun sering mengabaikan pola berjalan,” kata Prof Emmanuel Stamatakis, salah satu peneliti utama. “Studi ini menunjukkan bahkan mereka yang sangat tidak aktif dapat memaksimalkan manfaat bagi jantung dengan memperpanjang durasi berjalan, idealnya 10-15 menit tanpa henti.”
Prof Kevin McConway dari Open University menambahkan, penelitian ini menunjukkan hubungan kuat antara pola jalan kaki dan kesehatan jantung, meski belum bisa membuktikan sebab-akibat secara langsung.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) sendiri merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu, seperti jalan cepat, yang dibagi rata sepanjang minggu.
Emily McGrath, perawat jantung senior di British Heart Foundation, menegaskan pentingnya aktivitas fisik. “Olahraga membantu siapa pun menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia. Jika Anda memiliki penyakit jantung, aktivitas ini juga membantu mengelola kondisi dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Peneliti menyarankan, bagi yang ingin mulai rutin berjalan, pastikan keamanan saat melakukannya, terutama di malam hari. Gunakan pakaian reflektif atau lampu agar terlihat oleh pengguna jalan lain. (BBC/Z-2)
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Riset terbaru mengungkap kurang aktivitas fisik selama bertahun-tahun meninggalkan jejak stres biologis pada tubuh saat mencapai usia paruh baya.
Riset selama 20 tahun membuktikan diet Mediterania efektif menurunkan risiko stroke iskemik dan hemoragik pada perempuan, terutama pascamenopause.
Peneliti temukan cara mengolah limbah biji bunga matahari menjadi tepung roti bernutrisi tinggi. Kaya protein, antioksidan, dan bantu kontrol gula darah.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Peneliti ungkap pengurangan kadar natrium pada roti dan makanan kemasan secara diam-diam dapat mencegah ribuan kasus stroke dan jantung tanpa mengubah pola makan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved