Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan se-Indonesia (FOReTIKA) Mujetahid menilai kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membawa semangat kolaboratif yang kuat.
Menurutnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan keterbukaan terhadap masukan akademik dan memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.
“Sebagai akademisi, saya melihat Kementerian Kehutanan selalu mengajak dan terbuka untuk mendapatkan masukan dari perguruan tinggi kehutanan seluruh Indonesia, untuk bersinergi menuju pembangunan kehutanan berkelanjutan dan berkeadilan,” ujar Mujetahid, yang juga Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Jumat (24/10).
Mujetahid menjelaskan, keterbukaan Kemenhut tidak berhenti pada tataran simbolik, melainkan diwujudkan dalam sejumlah kebijakan konkret yang memperkuat kolaborasi dengan kampus.
Kemenhut memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi kehutanan untuk mengusulkan dan mengelola KHDTK sebagai kawasan riset dan pendidikan.
“Kementerian Kehutanan memberi ruang kepada perguruan tinggi kehutanan untuk mengusulkan KHDTK bagi yang belum memiliki izin pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan pendidikan,” kata Mujetahid.
Sinergi juga terlihat dalam peluncuran rencana investasi Result Based Contribution (RBC) tahap keempat serta layanan dana masyarakat untuk lingkungan (small grant) periode ketiga.
Program ini membuka kesempatan bagi kampus kehutanan untuk mengakses pendanaan riset dan pengabdian masyarakat di bidang lingkungan.
“Perguruan tinggi kehutanan diundang untuk memanfaatkan grant ini agar dapat memperkuat kontribusi akademik terhadap keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Kemenhut juga melibatkan kalangan akademik dalam sejumlah proses penting, seperti penyusunan rencana operasional IFNET 2030, perhitungan PNBP pelepasan kawasan hutan, serta berbagai forum resmi kementerian seperti Rapat Kerja (Raker), Rakornas, dan monitoring–evaluasi kegiatan.
“Pelibatan ini menunjukkan bahwa pandangan akademisi menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di sektor kehutanan,” ujar Mujetahid.
Selain kebijakan strategis, Kemenhut juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa melalui program Kuliah Forestry Update Course yang ditujukan untuk seluruh perguruan tinggi kehutanan di Indonesia.
Menurut Mujetahid, kegiatan ini penting untuk menyelaraskan wawasan mahasiswa dengan perkembangan terkini di dunia kehutanan sekaligus menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan.
Mujetahid menilai seluruh inisiatif tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan Raja Juli Antoni yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi hasil.
Ia juga menilai capaian ini turut menjelaskan posisi Raja Juli yang masuk dalam 10 besar menteri berkinerja terbaik versi Survei IndoStrategi Research and Consulting.
“Sinergi dengan akademisi bukan hanya memperkaya kebijakan, tapi juga memperkuat legitimasi pembangunan kehutanan yang berbasis ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (MTVN/I-1)
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Proses kedatangan Panda hingga akhirnya lahir bayi Panda di Indonesia bukan hal yang singkat, namun melewati 3 kepemimpinan Presiden Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melibatkan TNI dan Polri untuk investigasi perusahaan penyebab bencana Sumatra.
Kawasan itu juga bersinggungan dengan sejumlah perizinan seperti Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Hutan Alam, PBPH Restorasi Ekosistem, HGU sawit, dan IUP tambang.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa pihaknya masih tengah menyelidiki asal-usul dan status gelondongan kayu yang terbawa banjir.
Legislator PDIP Alex Indra Lukman mencecar Menhut Raja Juli Antoni terkait banjir Sumatra, mendesak pemerintah membuka data tambang ilegal yang diduga menjadi pemicu utama kerusakan hutan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved